Selasa, 09 Juli 2013

Rejected

"...Excuse me. I'm sorry, I'm sorry everybody.
Can I.. Can I just get your attention for one minute?
Um, yeah.. I'll be taking a questions in a minute..."

"Okay.. here we go.
Um, hey.. Just show of hands, how many people applied to other  college? .... Everybody, yeah. And, how many of you got into the other places you applied to? .... Hmm... Nobody. Nobody got in anywhere else."

"Hey, you know what? I didn't either. I didn't get into a real college. I didn't get into a really really good college."

"I know what it's like to be rejected, it sucks. Rejection blows!! Being said NO to. You played tennis, basketball (or may be your own hobby), you studied hard enough, you sacrificed your time and money, but finally you're not gona make it. It is really dissapointed when your parrents said they were still proud of you when actually you got nothing."

--


Oke. Itu tadi cuma sekedar intermezzo aja kawan kawan yang gua ambil dari salah satu percakapan responden, ya.. mereka adalah beberapa anak yang baru aja lulus SMA tapi gak keterima di universitas manapun. Hmm.... sabar ya bro. Hidup ini emang keras!

Dan itu berarti, dia menunjukkan bahwa dirinya..


DITOLAK! 
*suara petir menggelegar*

Hmm, satu kata yang bisa ngebuat hidup kita berubah 720 derajat. Ya gak sih? Satu kata yang menurut gua kenapa sih harus ada? Saat kita udah berjuang mati-matian untuk ngeraih mimpi dan target, tapi ternyata akhirnya tuh sia-sia. Rasanya tuh kaya nangis, jerit jerit, nyakar nyakar, tapi cuma bisa didalem hati aja. Kenyataan yang buat kita berpikir, kenapa sih gak ada satu ruang/satu posisi/satu bangku aja yang bisa bikin gua nyelip disitu? Satu aja! Itu kan ga akan pernah berpengaruh apapun? Toh ketika gua ada disana, gua bakalan bener bener dan ga bakalan ngecewain siapapun. KENAPAAA???!!!! *jungkirbalikin meja komputer*

Ada orang yang bilang, orang sukses itu juga banyak banget gagalnya. Orang sukses itu sering banget disamperin sama yang namanya penolakan. Tapi, apakah berarti setelah gagal kita akan menemukan jalan seperti mereka yang akhirnya sukses? Iya? Semuanya bilang jangan pernah menyerah, suatu saat pasti kita bakalan dapetin petunjuk atau jalan yang terbaik. Tapi KAPAN?!!! *nyekek ade sendiri*

*sigh*

Oke cukup galau nya. Komputer udah ancur dan ade gua juga udah sesek napas.

Tapi, kalo mau ngomongin yang namanya penolakan/kegagalan yaa itu semua tergantung gimana kitanya, ya gak? Ada yang ketika ditolak, kerjaannya galau terus sampe akhirnya malah nyusahin orangtua jadi pengangguran. Ada yang coba usaha minta bantuan temen biar dapet kerjaan trus naikkin skill dikit dikit biar bisa naik pangkat. Ada juga yang gak berhenti belajar dan berkembang berharap bisa ngelamar pekerjaan yang dia pengen, atau mungkin ada yang abis ditolak jadi makin kece kaya gue, dan banyak lagi.

Dari kejadian-kejadian diatas, gua bisa nyimpulin kalo penolakan/keadaan yang menimpa kita sekarang itu cuma berpengaruh 10% terhadap kehidupan kita. Selanjutnya, kita yang menentukan. Asal mau berusaha dan terus cari peluang aja tipsnya.

Gak percaya? Pernah denger cerita tentang 3 orang pegawai yang di PHK sama bosnya?

Ini dia ceritanya..

Ada 3 orang pegawai yang kena PHK sama bosnya gara gara ada krisis diperusahaan yang ngebuat bosnya (dengan terpaksa) mengurangi jumlah pegawai. Setelah di PHK, masing-masing dari pegawai dikasih uang PHK gitu sebanyak 10 juta.


Pegawai pertama, setelah di PHK dia stres berat, depresi abis coyyy!! Akhirnya dia mutusin buat ngabisin 10 jutanya dengan cara beli minum-minuman keras sama obat-obatan terlarang gitu, berharap stresnya ilang. Setelah dia puas (karna udah abis juga duitnya) dia pulang naik motor dalam keadaan mabok. Diperjalanan tanpa sadar (euforia alias ngefly) dia nabrak bis pusaka dan akhirnya meninggal dunia. Tamat!

Pegawai kedua, setelah di PHK dia dendam bro sama bosnya. Kenapa harus dia yang kena PHK? Padahal ada temen temen dia yang juga jabatannya sama tapi enggak di PHK. Akhirnya dia mutusin untuk menggunakan uang 10 jutanya buat nyewa bodyguard alias killer payment (pembunuh bayaran) buat ngebunuh si bosnya. hahahaha *oke cukup*. Misi pun di laksanakan.. bosnya pun berhasil dibunuh. 1 minggu kemudian polisi menyelidiki dan akhirnya mengetahui siapa yang menjadi pelaku pembunuhan tersebut. Pegawai 2 tertangkap dan akhirnya dipenjara selama 15 tahun. Tamat!

Pegawai ketiga, setelah di PHK dia mencari peluang, berusaha agar dia bisa tetap hidup walaupun tidak menjadi seorang pegawai. Akhirnya dia memutuskan untuk menghabiskan uang 10 jutanya utk berwirausaha. *jeng jeng* Dia memulai usahanya dengan membangun sebuah toko kecil didepan rumahnya. Dari situ usahanya berkembang dan sekarang telah memiliki 20 agen pendistribusi kebutuhan-kebutuhan pokok. Hmmm... kece ya?

That's it! Gak salah dong kalo gua bilang, apapun yang menimpa kita hari ini, hanya berpengaruh 10% terhadap kehidupan kita kedepan. Gak salah dong kalo kedepannya itu, kita yang menentukan?

Mungkin, posisi kita jauh beda sama 3 pegawai tadi. Atau mungkin sama sekali gak ada hubungannya. Tapi pada hakikatnya sama aja kan? asal kita gak manja dan mau usaha untuk terus cari peluang, pasti dapet kok :-)

Forget the past! Forget the failure! Nobody can go back and make a new begining, but everybody can start now and make a new ending.

Bukankah seekor burung baru bisa terbang setelah dia menjatuhkan dirinya terlebih dahulu?


"You can't fly unless you let yourself fall - Justin Bieber"

Senin, 01 Juli 2013

The Truth


Siapa disini yang ingin membela kebenaran?

Pertanyaan yang seharusnya gak perlu jawaban. Kenapa? Karena tanpa lu tanya pun, kita semua udah tau jawabannya. Sama halnya ketika lu ditanya, mau masuk surga atau neraka? Sejahat apapun seorang penjahat, ketika ditanya akan hal itu maka mereka pasti jawab surga.

Cuma, konteks yang pengen gua bahas kali ini lain. Bukan tentang surga, atau neraka. Kita akan membahas sesuatu yg lumayan rumit yang sebenernya tanpa sadar selalu kita temui dikehidupan sehari-hari. Kita akan mempelajari apa arti dari sebuah kebenaran. *jeng jeng jeng*

Pasti semuanya angkat tangan bilang 'GUA' pas gua sodorin pertanyaan yang paling atas. Tapi coba kita tambahkan sedikit 'rasa' dalam pertanyaan itu agar lebih menantang. Bagaimana kalo "Siapa disini yang akan tetap membela kebenaran walaupun sama sekali gak ada yg ngedukung?" atau mungkin, "Siapa disini yang akan tetap membela kebenaran walaupun dengan cara yang salah?" atau juga, "Siapa disini yang akan tetap membela kebenaran walaupun sebenernya sama sekali gak punya hak untuk ikut campur?"

Untuk orang orang yang kurang kuat pendiriannya, mungkin akan ragu untuk tetep bilang "GUA" karena emang gak mau kena masalah. Mereka lebih seneng untuk berada dizona aman dan santai mereka.. Mereka cenderung rendah diri dan bukan tipe orang yang mau jadi jagoan atau ngerasa orang yang paling bener.


Gak ada yang salah sih dengan tipe orang yang kaya barusan. Tapi mungkin, gua punya beberapa tips bagi orang-orang yang teguh pendiriannya tetep bilang "GUA bakalan tetep memebela kebenaran gimanapun situasinya!"

Tapi sebelumnya kita harus menanamkan, meresapi, dan merasakan terlebih dahulu kata kuncinya. Ini dia ....

"Gua gak pernah takut kalo hal yang gua lakuin itu bener!"

Udah dibaca?

Dipahami?

Sekali lagi deh, "Gua gak pernah takut kalo hal yang gua lakuin itu bener!"

Diresapi udahh?

Dirasakan...???

Okesip! Nah.. ini dia.
Untuk memperjuangkan apa yang menurut kita benar itu gak mudah. Untuk memahami bahwa sesuatu yang kita lakukan itu benar jg susah. Kecuali kalo elu liat ibu-ibu dijambret trus jambretnya lu kejar, lu tangkep dan akhirnya lu bawa ke kantor polisi, itu jelas kalo elu melakukan hal yang benar. Gimana kalo misalnya elu yang jadi polisinya sekarang trus jambret yang tadi ditangkep itu ternyata bokaplu? Apakah elu akan tetap membela kebenaran? Ga ada yang tau.

Terkadang situasi emang menyulitkan kita untuk "stay do the right thing". Tapi akan gua jabarkan bahwa sebenarnya ada kok orang orang yang konsisten membela kebenaran gimanapun situasinya. Karena mereka sudah memahami, meresapi, dan merasakan 'kata kunci' yang belum lama kita baca.

Seperti :

1. Orang yang tetep membela kebenaran walaupun gak ada yang dukung.
Nabi Muhammad salah satu contohnya. Ketika beliau diangkat menjadi seorang rasul, hampir seluruh kaum yang ada diwilayahnya menentang ajarannya. Sama sekali gak ada yang dukung. Sampe-sampe petinggi dan pejabat-pejabat disana ngerasa risih sama beliau yg akhirnya ngajak berunding. Pejabat2 itu bilang "Hey Muhammad, sebenarnya apa yang kamu inginkan? Harta, kekuasaan, wanita? Kami bisa saja mengabulkan semuanya untukmu asal kamu berhenti untuk melakukan dakwah ajaranmu, sok membereskan akhlak akhlak kami." dengan lembut beliau menjawab, "wahai paman. sekalipun kau meletakkan bulan ditangan kiriku dan matahari ditangan kananku, sungguh aku tidak akan pernah berhenti berdakwah dan melakukan hal yang benar."

Luar biasa. Sudah ditawarkan kenikmatan yang begitu nyata menggiurkan, beliau tidak berhenti untuk membela kebenaran ditengah cacian dan makian orang-orang. Bahkan pernah dilempari batu, beling?
Tapi lihat dampaknya sekarang. Dengan keteguhannya, beliau mampu membuat separuh orang-orang dibumi ini mengikutinya. Dan itu semua karna beliau tidak pernah takut dengan apa-apa yang dianggapnya benar meskipun tak ada seorangpun yang memberikan dukungan.

2. Orang yang tetep membela kebenaran walaupun dengan cara yang salah.
Yang ini mungkin sering kita lakuin. Kaya : mutusin pacar dengan alasan pengen tobat/belajar (basi!), senior yg pengen buat juniornya respect dengan cara bullying, mencuri duit koruptor untuk beramal, nerobos lampu merah biar gak telat skolah, dll.

Sebenernya ini agak krusial dibanding tipe pembela kebenaran yang lainnya. Salah satu contoh kasusnya adalah kasusnya Bartleby Gein dalam film Accepted. Bayangin aja, dia mendirikan sebuah universitas secara illegal dengan cara menempati rumah sakit bekas sebagai kampusnya. Dia cuma pengen ada wadah bagi orang-orang yg gak keterima diuniversitas manapun tetep bisa ngembangin bakat dan kreativitasnya. Dan karna dia, dia berhasil menyelamatkan ratusan pengangguran yang ada dinegaranya. Tapi apakah dia melakukannya dengan hal yang benar?

Kita harus tau, bahwa banyak banget hal terburuk didunia ini terjadi atas niat yang baik dengan embel-embel membela kebenaran. Kita boleh aja melakukan hal benar dengan cara yang salah (menurut gue) asal, analisis dulu lebih dalam, benefit atau manfaat yang kita dapet itu jauh lebih besar daripada kerugian dari kesalahan yang kita perbuat apa ngga? Jangan sampe nanti kita malah bikin rugi diri sendiri apa lagi orang banyak. Inget kawan, kita itu dikasih pikiran dan hati sama Tuhan yang akan membuat kita lebih dewasa untuk menentukan keputusan yang kita ambil. So, use it!

3. Orang yang akan tetep membela kebenaran walaupun gak punya hak untuk ikut campur urusan orang.
Ini adalah tipe pembela kebenaran sejati. Hahahaha
Dia akan ngelakuin hal apa aja yang menurut dia bener dengan segala cara dalam segala situasi. Dia gak peduli dibilang sok tau, tukang ikut campur? Yang dia tau dia cuma pengen menegakkan keadilan. *prok prok prok*

Ini tipe paling mulia sekaligus paling beresiko. Apalagi hal yang dilakuin belom tentu bener. Bisa digebukin kayanya. Hahahahaha

Oke cukup. mungkin disini kalian pada bingung kenapa sih gua ganteng bgt? *ehh
Maksud gua, kalo kalian bingung dan pengen nanya gua, kenapa sih nulis nulis tulisan aneh kaya gini?

Hufftt....

Teman-teman..
Kita harus tau, kalo sebenernya dikiiiittt banget kebenaran yang ada didunia ini. Tapi ketika kita liat satu aja, kita tau kalo itu merupakan suatu kebenaran. Mau berapa banyak lagi kejahatan yang bakalan kita biarin menimpa anak cucu kita nanti kalo kita gak membela kebenaran sekarang?

Sob, sist.. Jangan pernah takut kalo apa yang lu lakuin adalah sesuatu yang benar. Karena orang orang besar itu lahir karna melakukan kebenaran, sekecil apapun itu.

Kehidupan ini cuma sekali kan? Tapi kalo lu lakuin itu dengan BENAR, sekali pun cukup.

Kalo bukan kita yang berani melakukan hal yang benar, siapa lagi?


Dan ketika kita selesai melakukan hal yang benar, let it loose.. You'll see the light!