Sebenarnya.. aku bukan hendak mengeluh. tetapi rasanya ini bukanlah yang sebenarnya harus terjadi. tak terasa sudah cukup lama waktu berlalu semenjak surat pertama yang kukirim ke kalian. aku tau itu tak berarti banyak untuk kalian. mungkin sebagai teman
minum kopi,atau perasa teh di pagi hari. yaa...aku tak punya hak untuk
mendikte atau memerintah kalian setelah membaca surat itu. aku hanya seorang lelaki yang bodoh, seorang penjuru yang hanya bisa mencurahkan isi hatinya lagi-lagi lewat tulisan. tapi bagiku, setiap kata yang tertulis pada surat itu adalah manifestasi
semangat,mimpi,dan kecintaan yang tak dapat terealisasikan secara
langsung. dan pada surat kedua ini,untuk para
anggota,pejuang, kesatria,sahabat,dan keluarga yang telah ikut dalam
membangun nama PKCM, yang telah membuat mimpi menjadi kenyataan, tak menghiraukan caci dan maki,yang telah mau menanamkan hasratnya untuk berbaris ditengah terik sadisnya matahari, apa kebersamaan adalah suatu hal yang mustahil?
Dengan segala rutinitas dan kesibukan,aku tau waktu sangatlah berharga.
tapi kadang aku berpikir...tak tega semuanya tinggal cerita. tak rindu kah kalian dengan suara orang yang kerap kali menyuruh kalian menghadap kanan dan ke kiri, berjalan dengan tegap? rasa halusnya aspal yang bisa kalian langsung cicipi dengan badan kalian, adrenalin yang tercipta ketika kita semua berteriak "DUAAAAA!!!", cucuran keringat dan air mata ketika kita melihat bahwa memang ada perbedaan diantara kita yang menyebabkan salah satu diantara kita yang tidak bisa melakukan suatu hal,percik hujan,guyonan tiada henti,dan semua rasa yang tak bisa dijelaskan lewat papan qwerty ini.
aku tak punya hak untuk memaksa,yang bisa kulakukan hanyalah
menceritakan potongan-potongan naskah ini,agar kalian tetap ingat,bahwa
kita pernah melakukannya. Berkumpullah jika kalian sempat,ceritakanlah
pengalaman kalian satu sama lain. Sedikit canda gurau mungkin sesuatu yang tak akan pernah bisa dibeli oleh uang. Menurutku itu semua sudah lebih dari
cukup. Bangkit. lagi! aku tau kalian semua menginginkannya karna aku pun begitu. Kita tunjukkan pada mentari jika kita masih setia disinya. Janganlah takut, kita kan selalu melewatinya bersama?
Hahahahaha…..terlalu puitis mungkin, mungkin atmosfer Paguyuban Bogor yang membuatku begini….atau kalian jabarkan sendiri saja…hahahaha.
Maaf menggangu waktu kalian dengan kata kata yang mendayu dayu seperti ini,nikmatilah setiap langkah,warnai seluruh hidup.
-KHY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar