"Maygaaatt..!!!" itulah satu kata yang pertama kuucap ketika baru saja bangun dari tidur. Ada sekitar 10 pesan menanti untuk kubaca diponselku. "Hari ini tuh kita presentasi!!! Cepet bangun! Materinya aja kita belum nyiapain" Itulah isi dari 10 pesan tersebut, serupa.
sepertinya hati dan pikiran ini sedang tidak berpihak padaku. perlahan kulangkahkan kaki menuju kamar mandi, dan setelah itu langsung bergegas berangkat kesekolah. disana, 9 orang temanku sedang serius berkumpul layaknya mengadakan sebuah konferensi besar antarnegara. Yaa, seperti biasanya.. aku datang terlambat menghampiri mereka dengan senyum lebar seakan tidak mempunyai salah. Dan seperti biasanya juga, sebagian dari mereka menyindir, sebagiannya lagi tidak menghiraukanku. Tak ada yang bisa kulakukan selain maaf yang terucap.
Aku tau mereka semua marah kepadaku. Akhirnya, mereka hanya menyerahkan secarik kertas dan menyuruhku menghafalkannya. "Itu materi presentasi lo!" ucap teman wanitaku Vanessa sinis. haha membantah pun tak mungkin, ucapku dalam hati. Dua lembar kertas hvs berisi penuh tulisan itu perlahan kubaca, kupahami dan hasilnya aku tidak mengerti. "Bagaimana mungkin aku bisa membawakan materi presentasi yang baik jika mengerti saja pun aku tidak?"
Sesampainya ditempat tujuan, tepatnya di kantor paguyuban bogor aku tak berhenti menghafalkan kertas tersebut. dan akhirnya, tibalah waktu untuk kita melakukan presentasi. Dag.. dig.. dug.. gawatt!!
Hasilnya? yaa seperti itulah. semuanya butuh persiapan dan sedihnya aku tidak melakukan persiapan apapun. Ancur.. Mereka tidak menyalahkanku karena aslinya mereka pun ternyata tidak terlalu mengerti mengenai materi presentasi yang mereka bawa. aku tak bisa menyalahkan mereka karna aku pun begitu, malah lebih parah? hahaha ingin rasanya aku tertawa saat itu juga.
Tak ada rasa kecewa karna saat itu kang Bima yang menilai. setelah presentasi selesai, kang bima perlahan-lahan meluncurkan pertanyaan demi pertanyaan yang sebenarnya sederhana, tetapi sulit untuk dijawab. hampir semua dari anggota tim kami hanya menjawab omong kosong, bahkan ada yang tidak bisa menjawab ketika kang Bima menyuruh salah satu dari kami menjawab pertanyaannya. Tetapi disitulah letak harta karunnya. Kang Bima mengoreksi semua kesalahan yang telah kita perbuat dan akhirnya kita mendapat pelajaran yang banyak, sangat berharga dan mungkin tidak bisa didapatkan disekolah. Hari itu aku merasa menjadi orang yang paling beruntung karena pada akhirnya aku sadar akan kelemahanku dan sekarang aku sudah mendapat banyak cara untuk memperbaikinya.
Tetapi mungkin ada sedikit rasa kesal yang mengganggu otakku ketika pulang bersama motor supra fit biru kesayanganku. Itu semua dikarenakan betapa bodohnya aku yang tidak dapat menampilkan hal yang maksimal. Pesimis mulai menderu-deru layaknya ombak. tapi, yasudahlah. lupakan! semuanya telah berlalu dan NO EXCUSE! "kalo lu nanti kalah, yaudah kalah!" teriakku dalam hati.
--
seminggu kemudian, aku masih bangun di suasana pagi yang sama. lagi2 telat!! ada 4 buah pesan hadir diponsel dan menanti untukku baca. Tapi aku tak terlalu tertarik dengan pesan tersebut yang menyebabkanku berjalan perlahan lagi ke kamar mandi. Selesai mandi, seperti biasanya aku yang selalu lupa untuk sarapan dan pergi begitu saja kesekolah dengan tergesa-gesa. terkadang aku berpikir, seandainya sekolahku kekurangan kelas seperti sekolah teman-temanku, pasti ada masuk siangnya? hahhh.. tidak mungkin! ayahku bilang sekolahku itu sangat berkualitas sehingga tidak menghalalkan adanya masuk siang...
Berlari.. lagi-lagi berlari sambil melambaikan tangan ke satpam sekolah agar gerbang jangan dulu ditutup. dan indahnya, aku selamat! aku tidak jadi telat kawan. hahaha.
Dan ketika berjalan menyusuri lorong sekolah, aku teringat dengan pesan tadi pagi. Sekejap, aku bongkar semua isi tasku, ku obrak-abrik dan akhirnya JACKPOT! "Rupanya lu disini! hahaha" bisikku dalam hati.
"KI, KITA LOLOS! HAHAHA" kurang lebih seperti itulah isi pesan dari teman-teman yang selalu mengganggu kesendirianku. awalnya, aku sempat kaget dan berpikir.. "Ni orang tombol capslocknya rusak apa ya, kok hurufnya besar semua?" Selidik punya silendik, akhirnya aku mendapatkan arti dari pesan mereka. "AKU LOLOSS..!!!! Hahaha" teriakku berlari kencang menggenggam ponselku erat menuju ruang kelas.
"Kelompok yang masuk ke tahap selanjutnya bakalan tanding lagi di Sempur" mungkin itulah topik hangat yang mendominasi semua pembicaraan di kelas. saat itu juga, aku sadar bahwa ternyata MASIH ada waktu dan MASIH ada kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan. secepatnya aku berteriak keras memanggil 9 orang temanku. saat itu juga kita berdiskusi dan merencanakan apa yang harus dilakukam hari ini, esok, dan seterusnya.
--
Sempur. Lapangan hijau terfavorit orang bogor. "Katanya sih kita bakalan outbond, ngegames, sama problem solving gitu" hanya itulah informasi yang kudapatkan mengenai apa yang akan terjadi nanti. mempersiapkan pun apa yang harus dipersiapkan? mungkin hanya wawasan yang kita punya dan pengalaman yang akan menolong kita nanti. Kira kira seperti itulah kalimat yang saat itu mampu memudarkan rasa panik 9 orang temanku."udahlahh.. face it with a joy budd.." sahut Alfian sahabatku memberikan semangat.
tak sanggup kutuliskan disini betapa ramainya hari itu. hehe, pokoknya rame banget! sebelum semua peserta lomba ke sempur, terlebih dahulu ada sambutan+pengantar di balai kota.
"boseennn!!" pernah ngerasain ketika lu belum pulih karna baru bangun tidur trus tiba tiba ada seribu orang lebih didepan lu memakai baju oranye, hijau dan putih mondar mandir?
"Hoamm... kapan lombanya?" teriakku dalam hati. mungkin inilah bagian paling membosankan ketika harus menerima kenyataan bahwa prosedur itu wajib dilakukan. Ibuku bilang, itulah yang menjadi seni atau tanda formalitas suatu acara. Ada upacara pembukaan, sambutan-sambutan dll.
Lagi-lagi menguap melihat dan mendengarkan panitia yang sedikitpun kata-katanya tak bisa kudengar karna terlalu ramai mungkin. Mereka tampak asyik dan sangat bersemangat berbicara didepan seribu orang lebih yang berpakaian serupa.
Lantai putih yang berada tepat didepan gedung balai kota terasa hangat terkena panas matahari yang mulai membuang rasa malunya. ingin rasanya aku berbaring dan terlelap saat itu juga. tapi rasanya tak mungkin karna sebentar lagi kita semua berangkat ke Sempur.
Cekirekk!! Ada sesi pemotoan ternyata sebelum kita berangkat ke sempur. Selesai difoto, Tuhan mengabulkan doaku. tak lama kemudian kita berangkat. Asikkkk!!!
"$!@@!!$^&^^&^%#%#...!!!!" Tak jelas suara apa yang kudengar saat itu karna semua tim bersorak sorai, bergulat suara, berteriak akan yel yel mereka. "ampunn.." teriakku dalam hati. kenapa mereka semua sangat bersemangat menyanyikan yel yel masing-masing yg jelas didengar saja pun tidak?
Andaikan suaraku 10 x lipat lebih keras dari mereka semua, ingin rasanya saat itu aku berteriak sekeras mungkin agar mereka diam, berkata "Menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya dengan ketukan 4/4 dimulai dari hitungan ke empat!!! (benar begitu?)" Mungkin itu akan lebih baik? suara akan terdengar lebih merdu dan menyatukan semuanya. ketimbang ketidak-jelasan teriakan saat itu? Sia sia.
Sabar. hanya itu yang bisa kuperbuat sembari menanti sampai datang ke tempat tujuan. "teriakan dan keramaian ini membuatku pusing" bisikku dalam hati. tapi tak apalah. kalo ini yg akan mengantarkanku ke gerbang pintu kemenangan, kenapa tidak?
Kamis, 21 Juni 2012
Rabu, 20 Juni 2012
The Story Of US
Sebenarnya.. aku bukan hendak mengeluh. tetapi rasanya ini bukanlah yang sebenarnya harus terjadi. tak terasa sudah cukup lama waktu berlalu semenjak surat pertama yang kukirim ke kalian. aku tau itu tak berarti banyak untuk kalian. mungkin sebagai teman
minum kopi,atau perasa teh di pagi hari. yaa...aku tak punya hak untuk
mendikte atau memerintah kalian setelah membaca surat itu. aku hanya seorang lelaki yang bodoh, seorang penjuru yang hanya bisa mencurahkan isi hatinya lagi-lagi lewat tulisan. tapi bagiku, setiap kata yang tertulis pada surat itu adalah manifestasi
semangat,mimpi,dan kecintaan yang tak dapat terealisasikan secara
langsung. dan pada surat kedua ini,untuk para
anggota,pejuang, kesatria,sahabat,dan keluarga yang telah ikut dalam
membangun nama PKCM, yang telah membuat mimpi menjadi kenyataan, tak menghiraukan caci dan maki,yang telah mau menanamkan hasratnya untuk berbaris ditengah terik sadisnya matahari, apa kebersamaan adalah suatu hal yang mustahil?
Dengan segala rutinitas dan kesibukan,aku tau waktu sangatlah berharga. tapi kadang aku berpikir...tak tega semuanya tinggal cerita. tak rindu kah kalian dengan suara orang yang kerap kali menyuruh kalian menghadap kanan dan ke kiri, berjalan dengan tegap? rasa halusnya aspal yang bisa kalian langsung cicipi dengan badan kalian, adrenalin yang tercipta ketika kita semua berteriak "DUAAAAA!!!", cucuran keringat dan air mata ketika kita melihat bahwa memang ada perbedaan diantara kita yang menyebabkan salah satu diantara kita yang tidak bisa melakukan suatu hal,percik hujan,guyonan tiada henti,dan semua rasa yang tak bisa dijelaskan lewat papan qwerty ini.
aku tak punya hak untuk memaksa,yang bisa kulakukan hanyalah menceritakan potongan-potongan naskah ini,agar kalian tetap ingat,bahwa kita pernah melakukannya. Berkumpullah jika kalian sempat,ceritakanlah pengalaman kalian satu sama lain. Sedikit canda gurau mungkin sesuatu yang tak akan pernah bisa dibeli oleh uang. Menurutku itu semua sudah lebih dari cukup. Bangkit. lagi! aku tau kalian semua menginginkannya karna aku pun begitu. Kita tunjukkan pada mentari jika kita masih setia disinya. Janganlah takut, kita kan selalu melewatinya bersama?
Hahahahaha…..terlalu puitis mungkin, mungkin atmosfer Paguyuban Bogor yang membuatku begini….atau kalian jabarkan sendiri saja…hahahaha.
Maaf menggangu waktu kalian dengan kata kata yang mendayu dayu seperti ini,nikmatilah setiap langkah,warnai seluruh hidup.
-KHY
Dengan segala rutinitas dan kesibukan,aku tau waktu sangatlah berharga. tapi kadang aku berpikir...tak tega semuanya tinggal cerita. tak rindu kah kalian dengan suara orang yang kerap kali menyuruh kalian menghadap kanan dan ke kiri, berjalan dengan tegap? rasa halusnya aspal yang bisa kalian langsung cicipi dengan badan kalian, adrenalin yang tercipta ketika kita semua berteriak "DUAAAAA!!!", cucuran keringat dan air mata ketika kita melihat bahwa memang ada perbedaan diantara kita yang menyebabkan salah satu diantara kita yang tidak bisa melakukan suatu hal,percik hujan,guyonan tiada henti,dan semua rasa yang tak bisa dijelaskan lewat papan qwerty ini.
aku tak punya hak untuk memaksa,yang bisa kulakukan hanyalah menceritakan potongan-potongan naskah ini,agar kalian tetap ingat,bahwa kita pernah melakukannya. Berkumpullah jika kalian sempat,ceritakanlah pengalaman kalian satu sama lain. Sedikit canda gurau mungkin sesuatu yang tak akan pernah bisa dibeli oleh uang. Menurutku itu semua sudah lebih dari cukup. Bangkit. lagi! aku tau kalian semua menginginkannya karna aku pun begitu. Kita tunjukkan pada mentari jika kita masih setia disinya. Janganlah takut, kita kan selalu melewatinya bersama?
Hahahahaha…..terlalu puitis mungkin, mungkin atmosfer Paguyuban Bogor yang membuatku begini….atau kalian jabarkan sendiri saja…hahahaha.
Maaf menggangu waktu kalian dengan kata kata yang mendayu dayu seperti ini,nikmatilah setiap langkah,warnai seluruh hidup.
-KHY
Langganan:
Komentar (Atom)
