Rabu, 29 Agustus 2012

Stranded

All I hear is raindrops. Falling from the rooftop..
Same with the teardrops. Falling, looking for a reason

I didn't strong enough for you, as you want..
And now look only at me! An empty lonely ghostman
It doesnt mean i'll never get hurt

I thought that from this heartache
I could escape.

well, tell me why'd you have to go?
Cause this pain I feel it won't go away.
The pain i feel, never ever comparable to the regret that comes everyday when you're runaway

I knew something must have come and gone for sure
May be this is the time for you to go
but what struck me in such a great sick.. is the fact that your leaving could not go away from my mind
And would never go away. Baby, it stays on my mind

it feels like a cool breeze suddenly become a dry arid from looking at your face on the wall.

Well I thought I could just get over you baby
But I see that's something I just can't do
From the way you would hold me
To the sweet things you told me
I just can't find a way.. 

Just a couple days ago you were my baby
Now I don't even know you at all.. I don't know you at all

I wish that you would call me right now. So that I could get through to you somehow

But I know it cant be true cause..
You want go away while i wont you go away

What do you want hon, what?
Because im tired trying to figure it out.

Trust me, pain beats every regrets that comes everyday and even twice. far more painful for missing you.


Selasa, 10 Juli 2012

Melody Of Memory

Menangis. Mengapa semuanya harus diawali dengan tangisan? Ibuku bilang, teriakan tangisku sangat keras kala itu. Tanpa disadari, momen itulah yang ternyata membuat ibuku ikut menangis haru. Karena.. Setelah melalui proses yang sedemikian panjang, senang dalam penderitaan, mencicipi rasa sakit yang luar biasa, lahirlah seorang bocah lelaki yang sebenarnya tidak lucu ataupun tampan. Tapi itu semua sudah lebih dari cukup untuk membalas perjuangan hidup dan mati selama 9 bulan, bertarung melawan rasa sadisnya pegal linu di bagian pinggang.

Tidak jelas memang arti dari Rizky Zulkarnaen beserta asal usulnya. Orang tuaku hanya memberikan nama yang indah untukku dengan harapan serupa dengan akhlaknya kelak. Sepertinya itu merupakan sebuah harapan yang semestinya sudah tercapai, tetapi tanpa disadari kenyataan memberikan jawaban lain. Aku masih tetap dalam keangkuhanku, seekor angsa yang nakal, mempunyai beribu kemauan sembari berjalan di ambang dunia.

Pernah sekali ku berpikir, mengapa aku harus dilahirkan?
Jadi apakah?

Ayahku pernah bilang. Sekarang memang belum kau temukan jawabannya nak.. Hidup ini sama halnya dengan potongan-potongan puzzle. Terlebih dahulu kau harus mencari potongan yang hilang, setelah itu baru menyusunnya. Dan ketika semuanya tersusun, disitulah letak semua jawabanmu. Hanya saja, jarang orang orang cerdas didunia ini yang mau berpikir untuk menyusun potongan tersebut bahkan melanjutkannya.

Kata kata itu tetap saja tidak menolongku. Bahkan, malah memperbesar tanda tanya yang mengerumuni otakku. Haha, aku malas. Kenapa hidup ini malah menjadi teka teki?

Dilahirkan di Jakarta, 1 Maret 1996. Bertempat tinggal di Jakarta Pusat, Perumahan Kali Pasir, Gg Tembok yang tak ku ingat RT/RW nya. Seperti yang dunia ini ketahui, tak bisa kugambarkan betapa kumuhnya, padat, dan joroknya saluran air di perumahan rakyat Jakarta Pusat. Pergaulan yang tidak jelas seperti anak kecil mengamen dan menyemir sepatu di tiap sudut kota, remaja merokok melancong hingga larut malam, rok ketat + mini bagi kaum hawa, damainya narkoba, dan belum lagi tawuran dengan kampung sebrang. Buruknya, kusadari baru baru ini akan masa lalu tempat tinggal ku dulu.

Itu dari luar, belum dari dalam. Pertengkaran ayah dan ibu sudah merupakan teman minum kopi atau perasa teh di pagi hari. Ayah yang seorang emosional dan ibu yang tidak pengertian, kadang menambah parah suasana. Pernah sekali aku melihat ayah menghantam ibu dengan kepalan tangannya sendiri hingga darah membekas ditangannya. Tak ada yang bisa dilakukan oleh bocah berumur 5 tahun saat itu. Mungkin hanya menangis, berlari sekuat tenaga keluar dari rumah mencari tempat kosong lalu berteriak?

Hidup kami bisa dibilang sederhana. Walaupun dalam kenyataannya ayah yang dulu pengangguran dan beban keluarga hanya ditanggung ibu seorang. Tetapi Tuhan masih terus memberikan kasih sayangnya kepada kami walaupun tak lebih. Asal cukup itu pun sudah membuat ibu tersenyum bukan main manisnya."Yang penting masih bisa ketemu nasi" kalimat itulah yang sekarang masih saja membuatku menangis dalam solatku. Perkataan tulus yang hanya segelintir orang mau dan mampu mengucapkannya. Mana mungkin aku mau sengsara padahal kecenderunganku bermewah-mewahan? tapi ibu ajarkan aku kesederhanaan.. Ibu ajarkan aku arti bahagia sehingga mampu membuatku  tegar seperti ini.
 
--

Manisnya, setelah lulus TK ayah dan ibu memutuskan untuk pindah ke Bogor yang berakibat mengubah pola pikirku akan kehidupan. Suasana asri pedesaan, tawa gembira anak anak, gemericik air sungai, kerja bakti, kicau burung di pagi hari, merdunya suara shalawat anak anak menjelang adzan magrib membuat semuanya berubah. Tak ada ragu, hanya dalam waktu seminggu aku menjadi tahu banyak mengenai Desa Pemagarsari, Gg H Minggu, Kecamatan Parung - Kabupaten Bogor.

Pagi itu merupakan hari pertama masuk ke sekolah. Ayah berkata kepadaku, "Janganlah menjadi orang pertama yang mengeluh ketika lampu itu mati. Tapi jadilah orang pertama yang bergegas pergi mengambil lilin lalu menyalakannya". kata kata itu perlahan kutulis sesampainya disekolah, ku baca, kupahami, dan hasilnya aku tidak mengerti. Tak kumengerti sedikitpun tapi itu tertulis, tersurat tegas dipikiranku.

--

"Aku harus dapet rangking buat ayah sama ibu!"

Kata kata sederhana yang justru mampu membiusku untuk membuka buku, menghiraukan sorak sorai temanku mengajak bermain kelereng. Dan hasilnya? Lumayan. Aku menduduki peringkat 3 dikelas 1 sampai dengan kelas 3. Dan mengalami kemajuan di 3 tahun berikutnya. Yaitu rangking 2 di kelas 4 hingga kelas 6.

Juara 1 lomba Takhfidz Al Quran tingkat SD se-Kota Bogor, Juara III lomba cepat tepat tingkat Kabupaten Bogor, dan tidak lupa.. Mendali perunggu kejuaran pencak silat.

Sempat mengalami krisis percaya diri ketika semua teman mengejekku dengan julukan "kutil" karna ada sebuah tahi lalat manis yang menetap dihidung. Berkelahi juga karna hal tersebut. Pernah membuat dua ibu guru menangis karna kenakalan yang kuperbuat. Meskipun melibatkan teman teman yang lain, tetapi akulah orang dibalik semua itu. hehe maaf ya bu guru...

Sempat Farhan sahabat karib lama semasa SD berkata padaku di reunian kemarin, "Kaulah yang dulu selalu menjadi sesosok pemimpin dari teman teman yang lain. Buktinya semua anak selalu mengikuti kemana kamu hendak pergi, menuruti keputusan yang kamu buat dan masih banyak lagi?" kira kira seperti itulah kalimat yang farhan ucapkan sembari meleletkan lidah nya di akhir kalimat.

Meskipun pada akhirnya aku menyadari bahwa itu memang benar, tapi.. yaa.. itu tetap saja merupakan penilaian orang lain yang belum tentu benar adanya. Karna kembali pada diriku. Hanya sesosok bocah lelaki tengil yang bahkan terkadang tidak sopan.

--

6 tahun berlalu dan tibalah masa awal berhadapan dengan pubertas. Yap, saatnya naik kelas ke SMP. Lolos seleksi nem dan akhirnya masuk SMP Negeri 6 Bogor. Disinilah cerita baru akan dimulai..

Tak terlalu banyak cerita yang bisa kuceritakan pada masa awal kelas 1 SMP. Mungkin  hanya tentang cinta pandangan pertama dan kisah kecil persahabatan. Mengikuti eskul PASKIBRA PRAJAMUKTI dan OSIS/MPK juga hanya ikut ikutan dan tidak pernah serius.

Masuk ke kelas 2 dengan nilai yang cukup menggembirakan, mendapat peringkat 2 dikelas dan akhirnya masuk ke kelas unggulan. 8A..

Sempat berontak dalam hati ketika ternyata ada pengelompokkan kelas. Antara senang karena termasuk kategori anak yang cukup pintar, sedih karna merasa tidak adil. "Bagaimana negara kita mau maju apabila masih dikelompokkan mana anak yang pintar dan yang kurang? Hasilnya malah kelompok pintar akan semakin pintar, dan kelompok yang kurang pintar akan semakin terjerumus. That's useless. even make it all worse" teriakku dalam hati. Tapi apa yang bisa kuperbuat kala itu karna mengacungkan tangan saja pun belum mempunyai keberanian yang cukup?

Anneke Desmayanto Putri. Dialah orang yang gemar akan pelajaran biologi dan juga mahir pastinya. Merupakan sahabat karib yang pertama kali mengenalkanku akan ilmu tentang mahluk hidup. Orang yang  membuatku iri setengah mati ketika dia bisa menjawab semua pertanyaan dari guru biologi saat pelajaran IPA. Orang yang memaksaku untuk menjadi lebih hebat darinya. Lucu, dan memang aslinya sebelum ketemu juga udah gak waras.

Haha, mungkin memang dialah sesosok teman yang memberi petunjuk akan jati diriku. Karna terus mengikuti langkahnya, akhirnya aku berhasil terpilih menjadi anggota tim inti lomba sains di SMP. Sampai akhirnya, sedikit demi sedikit aku menyainginya bahkan pernah membantah jawaban yang dia ucapkan ke Bu Rini. Karna memang salah jawaban yang diberikan oleh Anne. Anehnya Bu Rini malah tetap mempercayai jawaban Anne, dan tidak menghiraukan protes yang kuteriakkan. Sampai pada akhirnya saat itu juga ku acak-acak, ku obrak abrik isi tasku dan JACKPOT! kuberikan buku Biologi andalanku untuk membuktikan bahwa jawabanku benar.

Wali kelasku waktu SMP pernah mengatakan, tips sukses belajar itu.. Ketika kalian sampai dirumah, langsunglah beristirahat. Setelah itu belajar diwaktu sore mengulang apa yang sudah dipelajari hari ini. Malamnya, belajar lagi untuk mempersiapkan pelajaran yang dipelajari hari esok. Sempat aku mencobanya dan sama sekali tidak cocok karena pada kenyataannya aku lebih sering pulang sore hari bermain dengan teman teman. Sampai pada akhirnya terbesit dipikiranku untuk mengambil saran tersebut tetapi mengganti jam belajarnya. Karna pada saat itu aku sangat berkeinginan mengalahkan Anne, malam hari aku belajar dari jam 7 sampai jam 10 lalu tidur. Bangun lagi tepat jam 2 dan belajar sampai dengan jam 4. Setelah itu tidur lagi dan bangun jam setengah 6. Hasilnya? Efektif. Aku bisa mengejar kemampuan Anne bahkan bisa dibilang satu langkah lebih unggul daripada dia. Tetapi, ada juga sisi negatifnya. Jam tidurku berganti jadi siang hari. Disekolah mataku sering terlihat merah dan sering sekali terlelap saat guru menerangkan. Untungnya, hanya disuruh berdiri didepan kelas sambil mengangkat satu kaki 15 menit didepan kelas. Ditertawakan. tapi.. aku tidak terlalu memperdulikan karna yang penting bisa mengalahkan Anne.

Masuk ke kelas 3 SMP. Saat saat yang menurutku merupakan konflik terbesar didalam cerita hidup selama ini. Bersiap siaplah untuk tragedi yang satu ini ...

Hidupku sempat membaik ketika ayah bekerja sebagai satpam/security di mall Roxy, Grogol, Jakarta Pusat. Dengan kerja keras ayah, walaupun hanya menjabat sebagai staf keamanan, ayah mampu membangun rumah yang cukup bagus untuk kami. Sempat aku berpikir, inilah keluarga yang harmonis. Sejak keadaan ekonomi kami mebaik, tak terlihat dan terdengar lagi suara mereka bertengkar, mengejek satu sama lain? Terima kasih Tuhan, mun gkin inilah yang dinamakan keadilanmu. Ketika pahit dan perih kami lalui, akahirnya kau tetap memberikan kami udara segar untuk bernapas.

Tetapi rupanya itu semua tidak berlangsung lama ..

Setelah diberhentikan menjadi satpam karena berkelahi dengan pelanggan sebuah bank asing, ayah stres berat dan lagi lagi mulai menampakkan keaslian dirinya. Dia lebih sering marah marah walau hanya dikarenakan masalah/hal sepele. Tapi, yaa... Itulah ayah. Jika bukan seperti itu, dia bukanlah ayah yang kukenal.

Sekarang giliran ibu untuk memperbaiki semuanya. Memutar otak, membanting tulang, bekerja siang malam untuk menutupi segala kekurangan. Bahkan mungkin, jika waktu satu hari di dunia ini lebih dari 24 jam, ibu rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk tetap membuat kami semua tersenyum.

Sampai pada akhirnya, Tuhan membuka matanya untuk kami. Berkat kerja keras ibu dan doaku, adik dan ayah.. Ayah berhasil membuka usaha rental mobil dirumah. Tetapi, siapa yang tahu jikalau itulah yang membawa malapetaka bagi keluarga kami..

Usaha rental kami semakin maju. Bahkan sampai sampai ayah mempunyai 3 mobil mewah avanza. Percaya atau tidak, akupun sudah mahir mengendarai mobil yang dahulu hanya mimpi belaka. Tanpa disadari, itulah yang membuat ayah lupa daratan. Ayah lebih sering pulang larut malam dan tidak memberi kabar apapun kepada ibu.

Ya.. seperti itulah. Seharum harumnya  bau bangkai, pasti akan tercium juga. Terlena dalam kemewahan, merasa mempunyai kelebihan "ada" dalam diri ayah, menstimulus ayah untuk melakukan perselingkuhan. Bagai disambar petir rasanya ketika semua itu terungkap. Kalimat pesan di ponsel  ayah menjelaskan kepada kami bahwa memang benar ada orang lain selain ibu.

Tentu saja ibu tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Ia berontak, menangis, mencari orang dibalik semua ini, mencemooh habis habisan orang tersebut hingga urat diwajahnya membengkak. Menyeramkan memang.

Pernah sekali ibu mengajakku untuk bersama memergoki ayah dikediamannya bersama selingkuhannya. Sesampainya disana, terdapat mobil avanza hitam terparkir rapih di depan sebuah kontrakan tua jelek. Ya.. itu mobil ayah. Tapi apa ibu yakin ini tempatnya?

Berulang kali ibu memaksaku masuk kedalam kontrakan itu tetapi aku selalu menolaknya. Meskipun aku anak mereka, bagaimana mungkin aku mau dilibatkan? Skalipun kuberanikan diri untuk masuk, apa yang akan kukatakan? Menyuruhnya untuk pulang? Bagaimana jika ia kembali menutup pintu dan tidak menghiraukanku? Oh Tuhan! Jujur aku lemah dan hilang arah.

Akhirnya ibu menegerti apa yang kurasakan setelah aku meneteskan air mata didepannya. Usai menghapus air mataku, sendirian ibu bergegas pergi masuk. Tidak sampai 1 menit, ibu kembali lagi. Matanya merah dan tangannya mengepal. "Ayo kita pulang!" seru ibu sambil mengambil beberapa buah serpihan kerakal yang lumayan besar. "Untuk apa itu bu?" tanyaku perlahan.

Ibu hanya berteriak keras, kali ini suara teriakannya sedikit berbeda. Betul, dia menahan tangisannya. Dia berkata, "sudah cepat jalan dan berhenti sebentar didepan kontrakan!"

"Gumpraaaangggg..!!!"
Benar saja. Ibu melempar batu itu sekuat tenaga tepat dijendela kontrakan. Kutancap gas sekuat mungkin karena aku tak berharap ada lemparan selanjutnya. Ibu membuang semua batu yang ada dikedua tangannya, lalu memelukku erat. Sangat erat. Pelukan keras itu menggambarkan betapa hancur perasaannya, aku tahu itu. Disepanjang jalan dia hanya berteriak dalam tangisan berkata tidak mungkin. Tak sanggup ku mendengarnya, aku pun ikut menangis. Bodoh..

Terkadang ku berpikir, tak perlulah ayah pulang lagi. Karna kedatangangannya hanya membuat pertengkaran.

We're overboard. We cant lie, we need you here dad! What we're gonna do when the best part of us was always you?

--

Aku bukan hendak mengeluh

Tapi rasanya terlalu tajam pisau yang kau gores

Kau bilang, tak ada manusia yang adil.
Lantas, kenapa kaulakukan perselingkuhan ini jika kau tidak bisa adil?

Ayah, kau terlalu jahat. Picik!

Kau hanya bisa rampas, ambil, tanpa memberi sedikitpun

Dan yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa tak ada lagi rasa pedulimu,
Hilang sudah. Musnah!

Kau akan selalu memilih dia.

Kau bukan lelaki.

Teriakan kalian bu, yah.. slalu terdengar disetiap sudut.

 ...

Bu, aku tau keadaan hatimu bu.

Hancur, hancur berkeping-keping.

Mungkin kau bisa gila?

Tp, kita bisa lewati ini.

Mulai esok,

aku akan cari obatnya.


Akan kulakukan apapun...

                                                                                     Especially for my mom
                                                                                     By : Rizky Zulkarnaen

Mungkin hanya sederet puisi diatas yang dapat membendung kecemasan meskipun meluapkan tangisanku. Sedikit pelukan hangat ketika ibu menangis merupakan obat yang paling manjur..

--

Sampai pada akhirnya , musibah menimpa ayah. Satu persatu mobil rental ditarik oleh sorum karena ayah yang lalai tidak terlalu memikirkan pekerjaan. Kabar terakhir yang didengar ternyata satu mobil yang tersisa dicuri oleh pelanggan. Alasan itulah yang membuat ayah kembali kerumah untuk meminta bantuan ibu mencari mobil itu bersama.

Seminggu berlalu dan mobil berhasil di lacak oleh polisi. Desa Meruyung, Lombok, Mataram disitulah tempatnya. Tanpa pikir panjang, ayah, ibu, beserta 2 orang polisi berangkat ke Lombok saat itu juga karna takut mobil keburu pindah tempat lagi.

3 hari berlalu, dan sampailah mereka disana. Melakukan pencarian selama dua hari dan BINGO! Mobil berhasil ditemukan. Tak perlu kaget, kalap menggelegak bagai harimau haus darah ayah melabrak habis habisan si pencuri sial itu, menghantam, menampar, menjotos dan menendangnya. Si pelaku terpelanting kian kemari. Mukanya sembap, giginya rontok dan disekujur badannya darah berbencah bencah.

Akan tetapi, ayah yang makin menggila itu belum juga merasa puas. Ia terus menghardik disertai tamparan, membentak disusul jotosan diselingi sepak terjang. Pencuri itu sempoyongan terhuyung huyung kesana kemari. Hanya teriakan stop dari kedua polisi yang membuat ayah berhenti memukul ketika mereka berdua terlambat datang.

Mobil sudah ditemukan dan pelaku dibawa ke pengadilan. Sadisnya, saat mobil itu didapat ayah malah langsung mengabarkan selingkuhannya akan berita gembira tersebut. Berbicara langsung menggunakan ponsel saat kembali ke Bogor dan tahukah kalian? Ayah persis melakukan itu semua disamping ibu karena memang ibulah orang yang duduk tepat disamping ayah didalam mobil itu ketika diperjalanan pulang.

Bibirnya bergetar, air matanya tak bisa dibendung, tangannya mengepal keras sambil membuang muka melihat keluar jendela. Sesekali ia melihat langit berharap jikalau ini semua hanya mimpi dan sebentar lagi ibu akan terbangun dari tidurnya.

Dasar tidak tahu terimakasih!!! Kalimat itulah yang pertama kali keluar dari mulutku ketika ibu menceritakan semuanya, sepulang dari Lombok.

--

Siapa yang sangka, akibat perbuatan ayah, entah apa yang terjadi di pengadilan, keluarga pelaku menuntut atas apa yang telah ayah perbuat. Dan diterima oleh hakim pengadilan. Mereka menilai tidaklah perlu menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan permasalahan. Walaupun posisi si pelaku menjadi pencuri, tetap saja tuntutan berlaku untuk ayah. Di ujung cerita, ayah dikenakan ancaman 5 tahun penjara.

Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Lagi lagi hanya sederet puisi yang kucoba tulis untuk mensketsa bagaimana rasanya saat itu.

Ayah

Waktu memang tak akrab
denganku dan ayah
tapi di dalam buku gambarku
tak pernah ada duka atau badai
hanya sederet sketsa
tentang aku, ayah dan tawa
yang selalu bersama


ayahanda tercinta
aku putramu menangis kecewa
ayahanda,aku terdampar bukan main
di tepi murka padamu dan pada Tuhanku


ayahanda, rinduku kan ku tuang
jika malamku bertabur bintang
saat kau dekap aku dalam pangkuanmu
kau bisikan kalimat indah sang pujangga


aku ingat, kala itu
aku ingat semuanya 


(posting 05 Oktober 2011)

--

"Kemarin hari terakhir ayahmu dirumah nak. Sekarang dia sedang menundukkan kepalanya menggenggam jeruji besi. Apa lagi yang hendak kau berikan Tuhan?" Bisik ibu pelan, perlahan  menjelaskan semuanya kepadaku.

Suci memang hatimu bu. Tak terbesit sedikitpun rasa dendam pada ayah setelah apa yang ayah lakukan kepadamu. Sambil bekerja, mondar mandir Jakarta Bogor tak lupa ibu menjenguk ayah walaupun bermodal nasi bungkus 3 ribuan untuk ayah. Karna jujur, ayah sama sekali tidak bisa menelan rasa nasi buatan penjara. Dan apabila ibu tidak menjenguk, mau tak mau ayah tidak akan makan.

Disetiap pertemuan ibu selalu memeluk tubuh ayah yang kini kurus dan membungkuk, mencium pipinya yang kini semakin kerut mencekung, megusap usap kepalanya sambil berbisik, "sabar ya yah.. Disini ibu gak akan biarin ayah kesulitan. Diluar sana juga ibu sedang mencari jalan keluar agar ayah cepat dibebaskan"

Dirumah hanya ada aku dan adik. Terkadang akupun harus memutar otak bagaimana cara menghapus kerinduan adik terhadap ayah yang pada saat itu dia belum mengetahui kalau ayah dipenjara. Hari itu berbagai cara kulakukan untuk meredam tangisannya tapi hasilnya teriakan dia semakin keras. Kubelikan ini itu, tetapi tidak berhasil. Sampai akhirnya dia berhenti menangis karena memang telah kelelahan akan tangisannya berteriak memanggil ayah.

Ketika dia terlelap, sekarang giliranku untuk menangis. Menangis tepat disamping adik sembari menghapus tetesan air mata yang tersisa dipipinya. Goblok!

--

Hari hari yang kami lalui semenjak ayah tidak dirumah semakin terasa berat. Ibu yang dulu selalu membuatkan teh manis untuk ayah tiap pagi sekarang hanya tinggal cerita. Adik yang beberapa hari ini bolos sekolah karena memang tak mempunyai ongkos sepertinya semakin menjadi hal yang biasa bagi aku dan ibu.

Tapi, tidak bagiku. Biar bagaimanapun juga, aku harus tetap sekolah walaupun hanya mempunyai ongkos untuk pergi. Bagaimana dengan ongkos untuk pulang? Biarkan sajalah. kupikirkan itu nanti.

Semenjak hari itu aku selalu menolak apabila sahabat sahabatku mengajak pergi ke kantin. karna apa yg akan kulakukan disana? bersenda gurau sambil menahan lilitan sakit perutku karna dari rumah sarapan saja pun tidak? Sudahlah, kalian pergi saja kawan. aku nanti menyusul. Mungkin hanya itu yang selalu menjadi alasan untukku menolak mereka.

--

Aku bukanlah tipe pria yang menyerah ketika musibah menimpaku. Malah terkadang, aku membuatnya menjadi motivasi terbesar dalam hidupku walaupun rasanya mustahil. Tetapi, aku membuatnya menjadi kenyataan.. Juara 1 D'COOKIES SMANDA, juara 2 LCT Biologi SMAN 6, buah kerja kerasku selama 6 bulan terakhir di SMP.

Waktu itu jadi ceritanya.. ketika membawa piala-piala kemenangan dengan senyum haru bahagia.. Ibu menyambutku dengan pelukan hangatnya berkata bahwa ia bangga padaku. Dalam hati ku berkata, ini semua kulakukan untuk menghapus luka perih hatimu walaupun hanya sedikit dan sementara. Tapi.. ya.. hanya ini yang bisa kulakukan untukmu bu. Sejujurnya, kaulah yang telah membuatku seperti ini..

Tak berniat untuk menangis, tapi tetap saja bola mataku lagi lagi tak mau membendung air mataku.

"Bu, kiki mau ketemu ayah sambil bawa piala-piala ini sebelum sekolah ambil.." pintaku perlahan ketika hendak tidur yang saat itu.. aku, adik, dan ibu tidur satu kamar karna tak ada lagi yang boleh terlihat menangis diwaktu malam. "Iya ki.. besok kamu libur kan? kita kesana bertiga" jawab ibuku tersenyum.

Tibalah saat yang kutunggu tunggu. Tak berhenti bibirku tersenyum lebar dari rumah hingga sampai ke tempat tahanan ayah.  Rasanya bagaikan terbang tinggi ketempat paling indah di dunia, berdiam diri sebentar lalu memeluk bulan. Bahkan tak bisa kugambarkan betapa bahagianya saat itu lewat papan qwerty ini.

tapi ternyata...Senyum lebar dari kuping kiri dan kananku seketika menyipit datar ketika ibu menyuruhku menunggu sebentar di ruang tunggu bersama adik dan akhirnya ia kembali beberapa saat sambil berjalan tergesa gesa. Kerudungnya berantakan, keringatnya mengucur, tangan kirinya mengepal disusul tangan kanannya menekan mulut menahan isak tangis.

Aku yang melihat ia berjalan cepat kemudian tiba tiba ia berlari sekuat tenaga.. Diam seribu bahasa. Berpikir sesuatu yang tidak diinginkan baru saja terjadi. Lagi.

Lorong koridor yang sepi itu tiba tiba kukagetkan dengan teriakan kerasku melihat ibu yang seketika tersandung jatuh karna saat itu dia memakai gaun terbaiknya hanya untuk terlihat cantik lagi manis menemui ayah. "Ibuu..!!". Tanpa pikir panjang bocah lelaki ini secepat kilat berlari kencang menghampiri wanita rentan yang terjatuh dan sekarang dia menangis hebat.

Tak mampu kugambarkan betapa hebatnya tangisan ia saat itu. Mungkin kalian bisa bilang ini terlalu berlebihan? Tapi saat itu terasa bagai petir yang menggelegar diseluruh penjuru dunia. Bagai guntur badai yang bersahut sahutan ketika langit hendak mengubah warnanya menjadi kelabu. Dia merengek berteriak lagi dan lagi memekakkan telinga membuatku berniat untuk menyilet urat nadiku saat itu juga.

Kerudungnya ia tarik dan ia lempar jauh...

Mungkin, hanya pelukan kencang yang kuberikan, yang saat itu dapat sedikit meredam teriakan ibu sambil kubisikkan  kalimat kecil ditelinganya, "Istigfar bu.."

Suasanan mulai menenang yang membuktikan bahwa dekapanku bekerja dengan baik walau sekarang masih tersisa isak tangis ibu menarik lendir ingusnya yang berantakan, belepotan disekitar pipi, hidung, dan mulutnya. Matanya mulai sembap, rambutnya kian acak acakan, urat kepalanya membengkak. Tragis.

"Ibu kenapa?" tanya adik perlahan ketika tangisan ibu sudah mulai tidak terdengar. Ibu menjawab..

Tak perlulah ku dikte disini apa yang ibu luapkan saat itu karena ia pun mungkin tak sadar telah mengucapkan kata kata yang seharusnya tak ia ucapkan. Yang paling kuingat hanyalah aku yang membungkam mulut ibu ditengah bahasa kotornya menjelaskan semua.

Setelah ia diam, perlahan ku genggam kedua tangan ibu sambil menatapnya dengan menorehkan senyuman kecil lalu kuremas bahunya, mengangkatnya berdiri dan terakhir menghapus air matanya.

Melangkahkan kaki keluar berjalan perlahan, membawa kembali lagi piala yang sudah kubawa, menuntun adik dan terakhir menyetop angkutan kota sesampainya di bibir gerbang Polres Cibinong. Sedikit.. Tidak! Sangat kecewa hari itu. Adik pun sudah tak berani mengatakan apapun. Sunyi bisu layaknya tembok ketika aku mengusap usap kepalanya dilanjutkan kucium keningnya dengan penuh kehangatan.

--

"hmmmhhhhh...."
Menghembuskan nafas panjang ketika baru saja berbalik badan memberikan uang pada pak supir angkot sesampainya didepan gang rumah. Kuletakkan piala piala itu diatas meja belajar dan kuberi sedikit tambahan disampingnya berupa foto ayah yang berbingkai coklat berukuran kira kira 10 x 25 cm. Kutatap baik baik piala piala itu dan kubandingkan dengan foto ayah berharap foto itu hidup dan ayah tersenyum bangga melihat apa yang telah diperbuat jantan peliharaannya yang kini ia buang jauh jauh. Ku ambil kembali gambar foto orang yang saat itu kupanggil berengsek, kuusap usap dibagian mukanya dan "crekk.." tak kuasa ku menteskan air mata dan sialnya air itu jatuh tepat difoto ayah yang membuat tangisanku semakin menggila.

Mencoba untuk jinakkan tangisan nakalku dengan cara menampar pipi sendiri, menjotos tembok lagi dan lagi sekuat tenaga.. memang itulah yang saat itu kulakukan mencoba untuk tidak tenggelam dan kembali ke kapalku. Terakhir kusingkirkan semuanya dari meja belajarku berteriak bajingan!!!

Aku menangis yah.. Ya. Aku menangis..

Dan ketika kuberhasil menjinakkan tangisanku, sekarang malah bengong menikmati suasana mentari sore yang saat itu hendak cepat cepat menenggelamkan dirinya. Mungkin hanya sisa tetesan air mata dipipi yang saat itu menjadi sahabat karibku, menemani nikmatnya suasana matahari terbenam yang sinarnya menghangatkan setengah badanku, yang kala itu kusaksikan lewat jendela kamar.

--

Pelaku utama ibu --> (aku = ibu)

Naluriku menyengat memberontak dada ketika melangkahkan kaki masuk, meninggalkan kalian berdua. Perasaanku tidak enak, tidak pula tahu apa alasannya. "Ah, tidak mungkin!" teriakku dalam hati ketika terlintas dalam pikiranku bahwa sesuatu yang buruk akan atau mungkin, sedang terjadi.

Keringat dingin mulai keluar dari tempat tempat tempat per sembunyiannya. Jantungku berdegup degup dan sialnya kaki ku pun ikut gemetar menyusuri lorong koridor sempit yang penuh jeruji besi disamping kanan dan kiri berisi pengutil, perampok,  pemakai dan pemerkosa.

Sampai pada akhirnya aku pun mulai mahir menguasai pikiran negatif yang sejak tadi menari nari diatas jidatku, yang menjadikan aku bagai nelangsa setengah mati.

Tinggal beberapa langkah lagi kedepan, belok kanan, disitulah tempatnya. Menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan dan ...

...................."Zeb.."
Aku berhenti seketika, mematung, melihat bahwa naluriku tidak salah kali ini. Kepalaku menggeleng perlahan ke kanan dan ke kiri, ditemani air mata yang terjun makin deras dan semakin deras! Bibirku bergetar menahan hebatnya teriakan tangis yang jika saat itu kuluapkan, mungkin mampu memecahkan beling jendela seantero ruangan.

aku sekarat..

sekejap saja namun rasanya mampu membuatku tersentak sedemikian hebat, terdampar bukan main di tepi murkaku akan dustamu yah.

Harusnya aku yang menyuapimu makanan dengan penuh mesra! Harusnya aku yang diberikan senyum tulus yang telah lama hilang itu. Harusnya aku yang kau cium dan peluk. Harusnya aku yang kau bungkam dengan kalimat cinta pujanggamu. Harusnya aku, harusnya aku!

itulah yang terjadi ki..

(back to the story)

Malam itu ibu baru menjelaskan semua. Malam hujan deras yang menyebabkan listrik di komplek rumahku padam dan memaksaku untuk menyalakan lilin yg justru malah membuat suasana makin galau. Ibu hanya menangisi kekalahan pahit karna memang ada yg lebih baik darinya dimata ayah. Jelas jelas ayah yang brengsek, yang salah tidak bisa memegang janjinya? Tapi sekarang ibu berpikir lain. Dia malah menyalahkan dirinya sendiri karna sempat letih menjadi yang terbaik untuk ayah.

"Cepat hibur ibu ki.." teriak otakku membentak hati yang saat itu pun ikut menangis bersama ibu. Apa yang harus aku lakukan? meredam tangisan ku sendiri pun belum berhasil. Sekarang kau menyuruhku untuk menghiburnya? Persetan.


--

Life without risk is life unlived.

Mungkin inilah saat saat terberat dalam hidupku. Meskipun kenyataan memberikan jawaban lain bahwa masih banyak diluar sana yang lebih tragis hidupnya dibanding aku, kau, atau siapapun. Hal itulah yang membuatku terus berpura-pura untuk tidak menjadi orang yang paling menderita.

Aku tak bermaksud menggurui.
Tapi sebenarnya ini bukanlah tentang penderitaan didalam buku gambar seseorang belaka. Tapi bagaimana cara seseorang menghidupi kehidupannya.


 --

Ibu yang semakin dirasuki oleh rasa bersalahnya, membuat Ia semakin yakin bahwa dialah orang yang paling bertanggung jawab atas apa-apa yang telah terjadi.

Tak bisa kuceritakan apa yang terjadi di ruang sidang ayah tapi satu hal yang pasti bahwa ayah mendapat keringanan masa tahanan apabila kami mampu membayar denda sebesar 10 juta, dalam jangka waktu 2 minggu.

Itu mustahil. Tidak mungkin. Tak akan pernah.
Dimana letak keadilan Tuhan?
Ada yang pernah mengatakan bahwa sesuatu yang mustahil iaalah kemustahilan itu sendiri.

Ibuku bukanlah super mother, iron mother, transmother atau apalah itu yang diberikan kekuatan untuk merubah takdir dan kemustahilan. Tapi ibuku punya satu hal yang mungkin tak dimiliki siapapun.

Ibu punya CINTA.

Kekuatan cinta yang mampu merubah semua kata 'tidak' menjadi 'ya'. Kekuatan cinta yang mampu merubah kemarau gersang menjadi angin lembut. Kekuatan cinta yang mempu membuatnya setara dengan super mother, iron mother, dan transmother. Ya. Kekuatan cinta.

Kalian pernah lihat supir angkot?
Pernah liat yang perempuan?
Kalau ya, mungkin kalian pernah bertemu ibuku. Ya. Ibu adalah salah satu dari mereka.

--

Sebelumnya, aku tidak pernah menangis untuk menuliskan ceritaku. Tapi kali ini aku menangis..

Panas matahari kala itu mencekik bukan main, menyorot setengah badan ibu. Debu jalanan yang berlarian di udara, menabrak habis-habisan wajah halus nan cantik ibu. Rambutnya yang sengaja iya potong pendek agar  tampak bahwa dirinya juga jantan. Keringat sucinya yang mengucur yang kadang menyebrang ria mengarungi halis, jidat, pipi dan hidungnya. Saking panas dan letihnya, keringat itu pun sanggup menembus topi hitam yang ibu pakai.

Suaranya yang lirih berteriak jalur trayek angkot, membuat semua penumpang merinding dan bertanya-tanya "kenapa harus perempuan..?". Handuk kecil putih yang semenjak pagi ibu bawa sudah mulai kecoklatan. Tangan halusnya yang biasa dulu ia pakai untuk menghelus kepalaku kini beralih ke stir mobil kasar yang berkarat. Membuat tangannya kasar bahkan pernah berdarah. Hanya saja ibu tidak bercerita padaku. Tapi akau tahu karna sapu tangannya pernah ada tetesan darah.

Tapi dia tetap tersenyum. Dia tersenyum karna cintanya padaku, adik, dan ayah...


(@) ................buffering................. (@)

Kamis, 21 Juni 2012

Semua Pernah Terjadi

"Maygaaatt..!!!" itulah satu kata yang pertama kuucap ketika baru saja bangun dari tidur. Ada sekitar 10 pesan menanti untuk kubaca diponselku. "Hari ini tuh kita presentasi!!! Cepet bangun! Materinya aja kita belum nyiapain" Itulah isi dari 10 pesan tersebut, serupa.

sepertinya hati dan pikiran ini sedang tidak berpihak padaku. perlahan kulangkahkan kaki menuju kamar mandi, dan setelah itu langsung bergegas berangkat kesekolah. disana, 9 orang temanku sedang serius berkumpul layaknya mengadakan sebuah konferensi besar antarnegara. Yaa, seperti biasanya.. aku datang terlambat menghampiri mereka dengan senyum lebar seakan tidak mempunyai salah. Dan seperti biasanya juga, sebagian dari mereka menyindir, sebagiannya lagi tidak menghiraukanku. Tak ada yang bisa kulakukan selain maaf yang terucap.

Aku tau mereka semua marah kepadaku. Akhirnya, mereka hanya menyerahkan secarik kertas dan menyuruhku menghafalkannya. "Itu materi presentasi lo!" ucap teman wanitaku Vanessa sinis. haha membantah  pun tak mungkin, ucapku dalam hati. Dua lembar kertas hvs berisi penuh tulisan itu perlahan kubaca, kupahami dan hasilnya aku tidak mengerti. "Bagaimana mungkin aku bisa membawakan materi presentasi yang baik jika mengerti saja pun aku tidak?"

Sesampainya ditempat tujuan, tepatnya di kantor paguyuban bogor aku tak berhenti menghafalkan kertas tersebut. dan akhirnya, tibalah waktu untuk kita melakukan presentasi. Dag.. dig.. dug.. gawatt!!

Hasilnya? yaa seperti itulah. semuanya butuh persiapan dan sedihnya aku tidak melakukan persiapan apapun. Ancur.. Mereka tidak menyalahkanku karena aslinya mereka pun ternyata tidak terlalu mengerti mengenai materi presentasi yang mereka bawa. aku tak bisa menyalahkan mereka karna aku pun begitu, malah lebih parah? hahaha ingin rasanya aku tertawa saat itu juga.

Tak ada rasa kecewa karna saat itu kang Bima yang menilai. setelah presentasi selesai, kang bima perlahan-lahan meluncurkan pertanyaan demi pertanyaan yang sebenarnya sederhana, tetapi sulit untuk dijawab. hampir semua dari anggota tim kami hanya menjawab omong kosong, bahkan ada yang tidak bisa menjawab ketika kang Bima menyuruh salah satu dari kami menjawab pertanyaannya. Tetapi disitulah letak harta karunnya. Kang Bima mengoreksi semua kesalahan yang telah kita perbuat dan akhirnya kita mendapat pelajaran yang banyak, sangat berharga dan mungkin tidak bisa didapatkan disekolah. Hari itu aku merasa menjadi orang yang paling beruntung karena pada akhirnya aku sadar akan kelemahanku dan sekarang aku sudah mendapat banyak cara untuk memperbaikinya.

Tetapi mungkin ada sedikit rasa kesal yang mengganggu otakku ketika pulang bersama motor supra fit biru kesayanganku. Itu semua dikarenakan betapa bodohnya aku yang tidak dapat menampilkan hal yang maksimal. Pesimis mulai menderu-deru layaknya ombak. tapi, yasudahlah. lupakan! semuanya telah berlalu dan NO EXCUSE! "kalo lu nanti kalah, yaudah kalah!" teriakku dalam hati.

--

seminggu kemudian, aku masih bangun di suasana pagi yang sama. lagi2 telat!! ada 4 buah pesan hadir diponsel dan menanti untukku baca. Tapi aku tak terlalu tertarik dengan pesan tersebut yang menyebabkanku berjalan perlahan lagi ke kamar mandi. Selesai mandi, seperti biasanya aku yang selalu lupa untuk sarapan dan pergi begitu saja kesekolah dengan tergesa-gesa. terkadang aku berpikir, seandainya sekolahku kekurangan kelas seperti sekolah teman-temanku, pasti ada masuk siangnya? hahhh.. tidak mungkin! ayahku bilang sekolahku itu sangat berkualitas sehingga tidak menghalalkan adanya masuk siang...

Berlari.. lagi-lagi berlari sambil melambaikan tangan ke satpam sekolah agar gerbang jangan dulu ditutup. dan indahnya, aku selamat! aku tidak jadi telat kawan. hahaha.

Dan ketika berjalan menyusuri lorong sekolah, aku teringat dengan pesan tadi pagi. Sekejap, aku bongkar semua isi tasku, ku obrak-abrik dan akhirnya JACKPOT! "Rupanya lu disini! hahaha" bisikku dalam hati.

"KI, KITA LOLOS! HAHAHA" kurang lebih seperti itulah isi pesan dari teman-teman yang selalu mengganggu kesendirianku. awalnya, aku sempat kaget dan berpikir.. "Ni orang tombol capslocknya rusak apa ya, kok hurufnya besar semua?" Selidik punya silendik, akhirnya aku mendapatkan arti dari pesan mereka. "AKU LOLOSS..!!!! Hahaha" teriakku berlari kencang menggenggam ponselku erat menuju ruang kelas.

"Kelompok yang masuk ke tahap selanjutnya bakalan tanding lagi di Sempur" mungkin itulah topik hangat yang mendominasi semua pembicaraan di kelas. saat itu juga, aku sadar bahwa ternyata MASIH ada waktu dan MASIH ada kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan. secepatnya aku berteriak keras memanggil 9 orang temanku. saat itu juga kita berdiskusi dan merencanakan apa yang harus dilakukam hari ini, esok, dan seterusnya.

--

Sempur. Lapangan hijau terfavorit orang bogor. "Katanya sih kita bakalan outbond, ngegames, sama problem solving gitu" hanya itulah informasi yang kudapatkan mengenai apa yang akan terjadi nanti. mempersiapkan pun apa yang harus dipersiapkan? mungkin hanya wawasan yang kita punya dan pengalaman yang akan menolong kita nanti. Kira kira seperti itulah kalimat yang saat itu mampu memudarkan rasa panik 9 orang temanku."udahlahh.. face it with a joy budd.." sahut Alfian sahabatku memberikan semangat.

tak sanggup kutuliskan disini betapa ramainya hari itu. hehe, pokoknya rame banget! sebelum semua peserta lomba ke sempur, terlebih dahulu ada sambutan+pengantar di balai kota.

"boseennn!!" pernah ngerasain ketika lu belum pulih karna baru bangun tidur trus tiba tiba ada seribu orang lebih didepan lu memakai baju oranye, hijau dan putih mondar mandir?

"Hoamm... kapan lombanya?" teriakku dalam hati. mungkin inilah bagian paling membosankan ketika harus menerima kenyataan bahwa prosedur itu wajib dilakukan. Ibuku bilang, itulah yang menjadi seni atau tanda formalitas suatu acara. Ada upacara pembukaan, sambutan-sambutan dll.

Lagi-lagi menguap melihat dan mendengarkan panitia yang sedikitpun kata-katanya tak bisa kudengar karna terlalu ramai mungkin. Mereka tampak asyik dan sangat bersemangat berbicara didepan seribu orang lebih yang berpakaian serupa.

Lantai putih yang berada tepat didepan gedung balai kota terasa hangat terkena panas matahari yang mulai membuang rasa malunya. ingin rasanya aku berbaring dan terlelap saat itu juga. tapi rasanya tak mungkin karna sebentar lagi kita semua berangkat ke Sempur.

Cekirekk!! Ada sesi pemotoan ternyata sebelum kita berangkat ke sempur. Selesai difoto, Tuhan mengabulkan doaku. tak lama kemudian kita berangkat. Asikkkk!!!

 "$!@@!!$^&^^&^%#%#...!!!!" Tak jelas suara apa yang kudengar saat itu karna semua tim bersorak sorai, bergulat suara, berteriak akan yel yel mereka. "ampunn.." teriakku dalam hati. kenapa mereka semua sangat bersemangat menyanyikan yel yel masing-masing yg jelas didengar saja pun tidak?

Andaikan suaraku 10 x lipat lebih keras dari mereka semua, ingin rasanya saat itu aku berteriak sekeras mungkin agar mereka diam, berkata "Menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya dengan ketukan 4/4 dimulai dari hitungan ke empat!!! (benar begitu?)" Mungkin itu akan lebih baik? suara akan terdengar lebih merdu dan menyatukan semuanya. ketimbang ketidak-jelasan teriakan saat itu? Sia sia.

Sabar. hanya itu yang bisa kuperbuat sembari menanti sampai datang ke tempat tujuan. "teriakan dan keramaian ini membuatku pusing" bisikku dalam hati. tapi tak apalah. kalo ini yg akan mengantarkanku ke gerbang pintu kemenangan, kenapa tidak?


Rabu, 20 Juni 2012

The Story Of US

Sebenarnya.. aku bukan hendak mengeluh. tetapi rasanya ini bukanlah yang sebenarnya harus terjadi. tak terasa sudah cukup lama waktu berlalu semenjak surat pertama yang kukirim ke kalian. aku tau itu tak berarti banyak untuk kalian. mungkin sebagai teman minum kopi,atau perasa teh di pagi hari. yaa...aku tak punya hak untuk mendikte atau memerintah kalian setelah membaca surat itu. aku hanya seorang lelaki yang bodoh, seorang penjuru yang hanya bisa mencurahkan isi hatinya lagi-lagi lewat tulisan. tapi bagiku, setiap kata yang tertulis pada surat itu adalah manifestasi semangat,mimpi,dan kecintaan yang tak dapat terealisasikan secara langsung. dan pada surat kedua ini,untuk para anggota,pejuang, kesatria,sahabat,dan keluarga yang telah ikut dalam membangun nama PKCM,  yang telah membuat mimpi menjadi kenyataan, tak menghiraukan caci dan maki,yang telah mau menanamkan hasratnya untuk berbaris ditengah terik sadisnya matahari, apa kebersamaan adalah suatu hal yang mustahil?

Dengan segala rutinitas dan kesibukan,aku tau waktu sangatlah berharga. tapi kadang aku berpikir...tak tega semuanya tinggal cerita. tak rindu kah kalian dengan suara orang yang kerap kali menyuruh kalian menghadap kanan dan ke kiri, berjalan dengan tegap? rasa halusnya aspal yang bisa kalian langsung cicipi dengan badan kalian, adrenalin yang tercipta ketika kita semua berteriak "DUAAAAA!!!", cucuran keringat dan air mata ketika kita melihat bahwa memang ada perbedaan diantara kita yang menyebabkan salah satu diantara kita yang tidak bisa melakukan suatu hal,percik hujan,guyonan tiada henti,dan semua rasa yang tak bisa dijelaskan lewat papan qwerty ini.

aku tak punya hak untuk memaksa,yang bisa kulakukan hanyalah menceritakan potongan-potongan naskah ini,agar kalian tetap ingat,bahwa kita pernah melakukannya. Berkumpullah jika kalian sempat,ceritakanlah pengalaman kalian satu sama lain. Sedikit canda gurau mungkin sesuatu yang tak akan pernah bisa dibeli oleh uang. Menurutku itu semua sudah lebih dari cukup. Bangkit. lagi! aku tau kalian semua menginginkannya karna aku pun begitu. Kita tunjukkan pada mentari jika kita masih setia disinya. Janganlah takut, kita kan selalu melewatinya bersama?

Hahahahaha…..terlalu puitis mungkin, mungkin atmosfer Paguyuban Bogor yang membuatku begini….atau kalian jabarkan sendiri saja…hahahaha.

Maaf menggangu waktu kalian dengan kata kata yang mendayu dayu seperti ini,nikmatilah setiap langkah,warnai seluruh hidup.


                          -KHY



Rabu, 25 Januari 2012

my sweet iced tea for caraka

oke.. mulai dari mana ya gw? sebenernya sih ini cuma sekumpulan cerita yang sengaja gw inget2 dan mudah-mudahan bisa nambahin semangat. Sekumpulan orang-orang yang terpaksa dan yang tidak terpaksa memberanikan diri untuk terjun kedalam jurang yang dipandang kelam, tapi sebenernya yaa ga kelam.

sekumpulan anak yang hobi panas-panasan, push-up - push-uppan, jalan ditempat, hormat ga jelas, membusungkan bahu (bagi yang cowo), dan lari-larian. Sebuah ekstrakulikuler yang penuh penyiksaan, dan pastinya gak akan pantes/bisa dilakuin sama org2 cemen. Tapi yang ada di otak kami hanyalah.. kami bisa seneng-seneng bareng, sedih-sedih bareng, makan bareng, lari-lari bareng, diomelin bareng, dan yang pasti menang bareng. Yaa.. Pasukan baris-berbaris. Sebuah kegiatan yang terlihat mudah dilakukan dan ga begitu penting karna, banyak orang bilang baris tuh gak akan kepake di kantor. Dan emang bener argumen tersebut JIKA, hanya dilihat dari cover luarnya aja. Tapi ketika kita liat dibalik itu semua, baris berbaris itu tentang keberanian, kekompakkan, kepemimpinan, kerajinan, kecerdasan dan yang gak akan pernah lepas.. kebersamaan.

Okey.. sekarang gw pengen tulis beberapa orang yang super kuat menurut gw. alright, ceckitout!!

Alfian Nugraha Abdullah

Posisi : Komandan pasukan
Manusia bertubuh cool ini adalah salah satu orang yang gak waras didalam pasukkan. Sebenernya sih dia cuma anak baru yang dipaksa masuk ke caraka. Peduli ga peduli, itu merupakan kabar baik buat pasukkan caraka karna saat itu kondisi pasukkan yang belum lengkap. Orang yang kadang2 ngelucu dipasukkan ini juga mempunyai jiwa kepedulian dan kepemimpinan yang tinggi. Orang yang sebenernya kalo lagi baris kebingungan tapi gatau kenapa dia bisa aja ngikutin. Suaranya yang agak bulet merupakan salah satu alasan kenapa dia jadi komandan. Dia juga anak pramuka sama anak capoeira. Dan karna itu kadang2 dia izin buat ga latihan baris krn dia ketua capoeira dan japres pramuka. Pusinglah jadi dia mah. tapi semua pasukan berharap dia lebih banyak luangin waktu buat caraka. Punya kepribadian yang rumit, antara homo atau gay, orangnya ga pelit dan suka gamau diganggu kalo lg serius. Dengan kamera cctv di pipinya, dia pantas menjadi salah satu icon di pkcm (Pasukkan khusus caraka muda).

Rizky Zulkarnaen

Posisi : Penjuru
Manusia tergalah dipasukkan ini dengan terpaksa diposisikan dibagian penjuru. Badannya yang lumayan keren tapi kadang2 bongkok, dengan percikan aspal panas yang menghiasi hidungnya. Ganteng, dan juga baik pastinya. Pasukkan ini orang yang paling hobi nyanyi ga jelas sebenernya. Bahunya yang kadang-kadang lupa ditarik kalo lg baris merupakan ciri khas yang mendarah daging didalam dirinya. Males, banyak acara, dan memang aslinya sebelum masuk pasukkan juga udah gak waras.

Sukmono Aji

Posisi : Dibelakang penjuru
Spesies berkulit hitam ini adalah benteng dalam pasukkan. Jabatan Palu yang didudukinya terasa pantas dan sangat serasi dengannya. Orang yang dijuluki mono alias stereo alias bojong ini adalah orang yang paling setia didalem pasukkan. Cuma eskul pkcm doang yang dia jalanin. Orangnya lucu, suka bikin ketawa tapi padahal mah dia ga ngelucu. Masih inget ketika dia jadi komandan? Suara dangdut campur reggae disertai sedikit serak2 basah bikin pasukkan ketawa guling-guling. Orang yang waww dalam pengorbanan di caraka. Orang yang sebenernya gak susah, tapi bisa diajak susah. Orang yang kalo lagi maju jalan suka kelebihan dan cepet-cepet mentang2 disuruh pelatih kaya mau ke wc. Orang yang mukanya lucu dan susah ditiru kalo lagi serius dipasukkan.

Imam Namawi (kalo ga salah nama panjangnya ini)

Posisi : banjar 3, paling depan..
Slah satu individu langka berkulit hitam karna kejemur ini merupakan jantung didalam pasukkan. Orang yang simpel, rela berkorban, berwawasan, dan murah hati ini merupakan pengambil keputusan akhir didalam pasukkan. Meskipun kurang ganteng, tetapi cowok ini merupakan kompor pemanas semangat didalam pasukkan. Dengan kata-kata galau apa adanya yang keluar dari mulutnya, dapat secara langsung masuk ke hati pasukkan dan menambah semangat. Orang yang ngakunya sering ketinggalan film sinetron korea berkorban demi pkcm ini merupakan cowo paling berpengalaman dalam pasukkan. Orang yang disuruh maju sama kang riko mengungkapkan betapa sakitnya kalah di lkbb, dan orang yang suka jinjit kalo lagi hadap2an. Gak cuma itu juga, tangannya yang sepertinya punya arwah tanpa disadari gamau bener - bener kalo lagi maju jalan. Orang yang secara gak langsung mukanya tuh ngiris hati pasukkan saat pasukkan ga lengkap. Dan bisa dibilang, Kang imam emang orang yang paling berjasa di caraka. (Angkatan 2012 tp. heheh)

Yandi Zar Ersima

Posisi : disamping penjuru.
Bocah bermuka bloon ini masuk kedalam kategori orang yang ganteng dalam pasukkan. Ngakunya sih anak kateda, tapi kayanya sih ga memungkinkan kalo dia tuh bener cowo macho. Tadinya sih rada putih dan cocok masuk kedalam anggota Boy band masa kini. Tapi pas masuk pkcm dan berpanas-panas ria, dia evolusi jadi spesies baru. Kisah cintanya yang agak rumit sama dhea, terkadang membuatnya frustasi bercerita didalam pasukkan. Orangnya baik, dan kayanya sih banyak yang ngfans. Oya, dia juga merupakan cowok dengan ukuran pantat terindah diantara cowo-cowo yang lain. Tapi biarkanlah, emang udah dari sononya.

Rizky Nugraha

Posisi : Di saf 3, (paling belakang. di belakang widyaningrum.
Pemuda sakit-sakitan ini bisa ditebak kepaksa masuk pkcm. Akhir-akhir ini dia jarang masuk karna... Katanya sih sakit. Orang tergemuk kedua di pasukkan dan satu - satunya yang bermata silinder jadi agak susah kalo lagi disuruh ngelurusin. Orang yang bikin pasukkan seneng kalo dia hadir, dan barisnya juga lumayan bagus. Mungkin cuma kurang power aja soalnya dia males push-up. Manusia pendiem dan yang keliatan pinter ini merupakan salah satu temen deketnya Sukmono. Pasukkan sih berharap, dia bisa rajin latian dan bantu pasukkan lain ngeraih piala 2 meter.

Arighi

Posisi : dibelakang kang Imam.
Mungkin dia orang tergemuk ketiga kayanya. Orangnya baik, sopan, hati2, simpel dan ramah. Orang yang jarang ditegor kalo lagi baris (mungkin emang udah bener barisnya) Dan orang yang ngebuat pasukkan tuh segan sama dia. Apa lagi ya? Seumuran sama kang Imam dan orangnya sih welcome banget buat pkcm. Semangat terus kang!

Lutfiah (mpii)

Posisi : disamping safira. saf pertama.
Cewe paling semangat dan paling rajin latian di caraka. Ga tinggi sama ga pendek. Orangnya berkerudung dan mau kalo disuruh sama atasannya. Orangnya sabar, baik, enak diajak ngomong. Orang yang selalu semangat dalam pasukkan, dan kayanya sih dia yang paling ramping dipasukkan. Gak lupa, dia tuh SIM cardnya anak pkcm. Jarkoman2 slalu melesat dari nomor dia.. Dia masuk pkcm kayanya emg mau. Makanya dia peduli bgt sama pkcm

Selvia Febriyanti

Posisi : Disamping kang imam
Cewe yang dijuluki si"nutrijel" ini masih bersikeras untuk menguruskan badan. Pasukkan yang awalnya males-malesan, tapi jadi pasukkan yang bersemangat pada akhirnya. Orgnya baik, cantik. Orang yang masih aja kebingungan mau pake kerudung apa ngga buat lomba. Sebenernya sih dia manja, tapi anehnya dia teguh dan gagah dicaraka. dengan sweater belang-belangnya bersama ia mengarungi panas dan badai. Orang yang suka bercanda, suka jealous sama pasangannya(si penjuru).

Fahrul A

Perjaka yang medok dengan huruf 'k" ini termasuk pasukkan terbawel dicaraka. Ngomongnya yang bertele-tele tapi bermakna udah jadi ciri khas dia. "Siap Tidakkk kang!" Itulah lelucon yang sebenernya gak lucu tapi tetep aja pada ketawa. Pemuda yang dulunya sering bolos-bolossan, dan pasukkan sempet sebel sama dia. orang yang dijuluki goberment sama sang komandan ini kadang semangat, kadang kaga. Tapi sekarang sih dia udah peduli lagi sama caraka. Alhamdulillah deh.

Safira

Posisi : Sang pendekar
Cewek yang dijuluki Bu Haji ini kadang-kadang bikin semua pasukkan ngakak guling-guling kalo dia lagi dipanggil bu aji. Orang teralim dipasukkan, dan selalu mengingatkan untuk melakukan amal baik dan menjauhi segala larangan. Dengan refleks yang cepat, dia selalu mengingatkan pasukan yang makan/minum pake tangan kiri, lupa baca doa, dan bersentuhan dengan yang bukan muhrim. satu-satunya pasukkan yang berbehel dan kayanya paling kuat. soalnya dia kayanya ga pernah sakit.

Widyaningrum S

Posisi :  di antara Yandi dan Rizky N
Awalnya sih keliatan semangat, tapi ditengah kayanya dia udah gak tahan di bully. ckckck. Orangnya rada tinggi, pake kaca mata. Dan satu-satunya cewe paling berani dipasukkan. Dengan tekad yang bulat dia memutuskan untuk tidak memakai kerudung dan memotong mahkotanya yang dominan dibangga-banggakan. Pasukan sih sering sebel sama dia, cz.. dia ga bisa berkorban demi pasukkan. dia orang yang paling ga bisa pulang lama karna alesan les atau ortunya ga ngijinin. tapi, seiring beriringnya waktu, ternyata dia emang peduli ko sama caraka.. kadang dia nyemangatin pasukkan lwat kata-katanya yang meyakinkan kita kalo Tuhan pasti ngasih yang terbaik.

Marini

Posisi : diantara 2 pendekar.
Orang yang paling spesial dan langka dimana-mana. Orang yang selalu ketinggalan kalo lagi lari keliling sempur dan juga orang yang tiba2 nangis gak tau kenapa dan nangis kejer karna dia berfikir dia beda dengan yang lain. Tapi, semangatnya yang selalu membara.. dia rela mengarungi panas dan badai bersama pasukkan yang lain. Terkadang dijuluki juga dengan nama Marini yang tertukar. Dan pastinya, dia yang ngajarin pasukkan arti sebuah kebersamaan karna ulahnya. Orangnya gembil, banyak makan, dan kadang bisa buat pasukkan kembali semangat.

Emilia

Posisi : di saf 5, banjar 2.
Kayanya sih paling pinter di pasukkan. Rank 1 di 11 IPA 4. woooaa.. Orangnya aneh, rambutnya rada keriting meskipun dipasukkan dia pake kudus (kerudung dusta) masa pake kerudung pas baris doang?? Orang yang paling dibenci selvia cz dia cemburu mulu kalo ngliat emil sama si penjuru deket2.

Prayoga

Posisi : Banjar 3. Paling belakang.
Waw.. Itu yang gw bisa ekspresiin buat deskripsiin org yang 1 ini. Orangnya keren, pinter.. apa lagi pas baris. Kyanya dia yang paling mantep barisnya sepasukan. Orangnya asik, suka nyanyi2 lagu khas melayu yang galau pastinya. Kisah cintanya dengan hana kadang membuat yoga diam sendiri, galau sendiri, nyanyi2 sendiri. Kasian yoga.. Sabar ya yog. No woman no cry! Orangnya baik, ga pelit, dan teliti banget. Setiap mau pulang, pergi, pindah tempat, pasti dia selalu mengabsen barang2 pribadi miliknya. Orang yang buat pasukkan bingung knp dia suka komat kamit kalo lg sendirian. Entah mantra darimana yang terucap dari bibirnya.. yang jelas itu baik buat dia, mereka, dan kita semua. ea\
Hana

Annisa Hana
 
Posisi : dimana ya? gw lupa
Orang yang tiada henti-hentinya dikejar-kejar sama Prayoga. Entah mengapa, yoga yang sebegitu gantengnya dan sebegitu pinternya ditolak sama Hna. ckck
 Oke, back to Hana. Orangnya asik, tapi kadang bikin sebel juga soalnya dia sering bolos latian. Tapi, seiring berjalannya waktu, setelah dia mengerti arti penting dri rasa kebersamaan, dia jadi paling semangat buat baris. Orangnya sedikit hitam, banyak yang suka kayanya si mah. (kayanya)

Dinda (Dinda apa ya?)

Posisi : em sehhh (MC)
Orang dengan jabatan paling keren yaitu "Master Of Ceremony". wuiihh.. biasa dipangglinya si dengan sebutan "em sehh.. "
Orang yang suaranya dingin menusuk tulang ini dipercaya sebagai pengendali jalannya ritme dan gerak-gerik pasukkan. Pernah waktu itu disuruh nyanyi didepan pasukkan dan suaranya wuoaoaoonderful. (lebay!) gw lupa waktu itu nyanyi apa pokoknya suaranya keren. orangnya baik, pinter juga cz rank 1 di 11 Ipa 5. Pake kaca mata, dan nyokk so pasti "TTM"annya si komandan. Yaiyalah...! orang latian aja bareng mulu, jenis latiannya hampir sama, dan yang paling asik menu makannya juga sama. hahahahaayy.. termasuk org yg hebat krn bisa sabar nahan nafsu makan2an yg enak. prok prok..

Nabila (nih juga nabila apa yaak?)

Posisi : menyusullah gw lupa. heee
Saudara kembarnya dinda si MC. soalnya mirip bgt. cuma yaa.. teh dinda rada mulus dikitlah mukanya. heheheheh (jgn marah teh nabila) Orang yang dulu rada susah ngikutin gerakan pasukkan ini nampaknya berhasil mengubah step hadap2an (bersama yoga dan marini) Pasukkan si makasih bgt sm dia cz hadap2an ga perlu dibanting. jd ga cape. heheheh
orgnya baik, asik, kayanya juga rajin deh.. slmt datang di caraka! eskul terbaik di SMAN 2.

Zafira

Posisi : Pendekar dong
Siapa sangka cewek mungil imut ini yang jabatannya sebagai pendekar paling ujung naksir sama mantan penjuru yaitu kang Agustinus. so what?! jika cinta melekat, es teh manis rasa coklat....
bact to zafira. cewe yang sering dipanggil si kecil/acil ini merupakan orang yang paling pasukkan jaga. ckck
pake kerudung, dan pasukkan sempet nganterin kerumahnya bareng2 sampe pulangnya si rizky sm selvi kepeleset soalnya licin aja coyyy turunannya.

Perdania (ini kalo ga salah namanya)

Posisi : lupa juga :D
Lanjut yang terakhir itu perda. Masuk ke anggota trio nutrijel bersama Hana, dan Selvia. xixixi
Oya, ni orang temen baiknya emilia. keman-mana pasti bareng. sehidup semati deh kayaknya. ckck
mereka berdua udah kaya ade kaka. tp anehnya emi yg jadi kaka bukan perdanya. hmmh.. apa lg ya? oya, kayanya sih dia cocok jadi ketua ibu2 pengajian di caraka. heheeuuyy




Tentang penulis :






P . K . C . M