Selasa, 18 Oktober 2011

Lukamu Ibu

Aku bukan hendak mengeluh

Tapi rasanya terlalu tajam pisau yang kjau gores

Kau bilang, tak ada manusia yang adil.
Lantas, kenapa kaulakukan perselingkuhan ini jika kau tidak bisa adil?

Ayah, kau terlalu jahat. Picik!

Kau hanya bisa rampas, ambil, tanpa memberi sedikitpun

Dan yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa tak ada lagi rasa pedulimu,
Hilang sudah. Musnah!

Kau akan selalu memilih dia.

Kau bukan lelaki.

Teriakan kalian bu, yah.. slalu terdengar disetiap sudut.



Bu, aku tau keadaan hatimu bu.

Hancur, hancur berkeping-keping.

Mungkin kau bisa gila?

Tp, kita bisa lewati ini.

Mulai esok,

aku akan cari obatnya.


Akan kulakukan apapun...



                                                                                     Especially for my mom
                                                                                     By : Rizky Zulkarnaen

Rabu, 05 Oktober 2011

Inilah cowo!

pada suatu hari, ketika seorang lelaki penebang kayu sedang menebang beberapa ranting pohon di tepi sungai, tanpa disengaja kapak yang dia pegang terlepas dan jatuh ke dalam sungai. karena sedih, lelaki itu pun menangis. seketika itu muncul peri penyelamat dan bertanya kpdnya, "mengapa engkau menangis?"

si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah jatuh ke dalam dasar sungai yang dalam, dan dia benar2 membutuhkan kapak itu untuk menafkahi keluarganya.

sang peri masuk ke dalam sungai dan muncul ke permukaan dengan membawa sebuah kapak emas. "apakah ini kapakmu?" sang peri bertanya

si penebang kayu menjawab, "bukan."

sang peri kembali masuk ke dalam sungai dan muncul dengan membawa sebuah kapak perak. "apakah ini kapakmu?"

"bukan." lelaki itu menjawab

sekali lagi, sang peri masuk ke dalam sungai dan kali ini muncul dengan membawa sebuah kapak usang yang terbuat dari besi. "apakah ini kapakmu?"

kali ini si penebang kayu itu menjawab."iya, itu kapak saya."

sang peri sangat tergugah atas kejujuran lelaki itu dan akhirnya memberikan ketiga kapak itu kepadanya. dan lelaki penebang kayu itu pulang ke rumahnya dengan penuh rasa gembira.

beberapa hari berikutnya, si penebang kayu itu sedang berjalan bersama istrinya menyusuri tepi sungai, dan tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. melihat si penebang kayu menangis, sang peri pun kembali muncul dan bertanya, "mengapa engkau menangis?"

"oh peri, istriku terperosok dan jatuh ke dalam sungai!"

dan sang peri pun langsung masuk ke dalam sungai dan kembali muncul ke permukaan dengan membawa Luna Maya. "apakah ini istrimu?"

"iya" jawab lelaki itu sambil menahan isak tangis

sang peri kali ini menjadi murka, "bohong kamu!! berani-beraninya kamu berbohong kepadaku!!"

sambil gemetar lelaki itu menjawab. "wahai sang peri, maafkan saya. jangan salah paham dulu. jika saya bilang "tidak" pada Luna Maya, engkau akan kembali masuk ke dalam sungai dan mungkin akan membawa Cut Tari. dan jika saya kembali menjawab "tidak", engkau akan masuk lagi kedalam sungai dan membawa istri saya. dan jika kali ini saya menjawab "iya, itu lah istri saya" engkau akan memberikan ketiganya untuk saya. perlu engkau ketahui wahai peri, saya ini hanya seorang penebang kayu yang miskin, saya tidak akan sanggup menghidupi tiga istri. maka dari itu saya menjawab "iya" saat engkau membawa Luna Maya kepada saya.


NB :

ketika seorang lelaki berbohong, itu berarti dilakukannya demi tujuan yang baik dan mulia, dan demi kepentingan bersama, 

hehehhe

gunakan 35 detik aja buat bca ini.

Ada seorng cewek memberikan tantangan kepada cwonya untuk hidup tanpa drinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari..Dia berkata pada cwonya, kalo kmu bisa melewati itu, aku akan mencintai kmu selama nya.. Si cwonya pun setuju,, dia tidak sms/telpon cwenya seharian..


Tanpa dia ketahui bahwa cwenya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..


K'esookan harinya cwonya prg krmh cwenya. Air matanya pun tiba2 menetes melihat cwenya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis "Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu stiap hari??I LOVE YOU.."


Don't Ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..


Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there....

Adikku

Kulihat kembali tumpukan surat kabar di rak meja ruang tamu. “Kecelakaan Garuda Tewaskan Ratusan orang,” itulah topik yang selalu diberitakan dan menjadi hampir di semua surat kabar nasional yang terbit sekitar sebulan lalu. Tragedy itu jugalah yang menewaskan kedua orang tuaku dan membuat adikku satu-satunya terbaring koma sampai detik ini. Ada rasa sesal, sedih, kecewa, marah, dan benci yang teramat sangat. Kalau saja Tita adikku, tidak selalu merengek ingin liburannya ke Paris, pasti kecelakaan itu tidak akan membuatku, yang masih menjadi mahasiswa tingkat III, menjadi yatim piatu secepat ini.

Mungkin predikat anak sial yang kudeklarasikan untuk Tita memang tidak salah. Selama 15 tahun kurasakanbetapa bahagianya menjadi anak tunggal yang selalu dimanja. Orang tuaku yang merupakan pengusaha sukses selalu memberikan apapun yang kuminta. Tapi kehadiran seorang adik di tengah-tengah kami menjadikan hidupku berubah 180 derajat. Mama lebih memperhatikan Tita, dan menyuruhku selalu mengalah. Tidak hanya itu, kedua orang tuaku pun selalu membelanya meskipun jelas-jelas Tita-lah yang bersalah. Ibarat putri raja yang seketika menjadi anak tiri. Menyebalkan !!! Kebencian itu sudah kupupuk semenjak mama dinyatakan positif hamil. Dan setiap hari hanya stress yang aku rasakan bila sudah berada di dalam rumah, karena tidak ada sedetik pun yang terlewat bahi Tita untuk tidak mengganguku.

Kejadian kecelakaan itu tidak membuat setitik pun rasa iba, bahkan kebencianku semakin memuncak padanya. Dialah yang merebut kebahagiaanku, dan dialah yang telah merenggut nyawa kedua orang tuaku. Kejadian itu benar-benar membawa kesialan bagi kehidupan pribadiku. Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk jalan dengan teman-temanku. Bahkan Indra, pacarku, memutuskan hubungan kami hanya karena aku terlalu sibuk dengan Tita. Selama sebulan di rumah sakit, aku baru menjenguk Tita 3 kali, itupun hanya untuk mengurus administrasi dan sekerdar formalitas di depan dokter saja.

Hari ini aku menjengik Tita. Gadis kecil yang diperlengkapi dengan selang dan alat bantu kehidupannya lainnya itu, terbaring di ruang ICU yang cukup luas dan bernuansa putih-putih. Saat melihat wajah itu hatiku selalu menjerit, “Dasar Pembunuh!! Kenapa kamu tidak mati saja sekalian! Anak sial, kamu tidak hanya merebut mama dan papa tapi teman-teman saya, Indra, dan semua kebebasan saya!!” tak terasa air mata mengalir di pipiku, bukan air mata kesedihan, tapi jelas air mata kebencian. Kenapa Tuhan tidak mencabut nyawanya saja sekalian. Kehidupannya hanya akan menjadi beban seumur hidupku!!

Tak kuasa menahan tangis, akhirnya aku keluar menuju taman rumah sakit dan duduk di salah satu bangku taman yang terlindung sengatan matahari oleh sebuah pohon yang rindang. Dan di situlah air mataku mengalir deras. Tiba-tiba kusadari ada gadis kecil dengan rambut dikuncir dua sedang memperhatikanku. Seketika itu pula aku teringat Tita, dan kebencian itu mendidihkan darahku kembali.

“Ngapain sih? Tidak ada kerjaan apa ngeliatin orang nangis. Anak kecil kayak kamu bukannya sekolah malah main-main di rumah sakit!” bentakku.

Yang dibentak hanya tersenyum.

“Namaku Rara, kakak siapa?”

“Yee… nih anak bukannya pergi. Udah deh, kakak lagi stress, jangan bikin kepala kakak jadi mumet.”

“Semua orang yang ke rumah sakit pasti mumet, tapi itulah hidup, kadang sehat, kadang sakit. Orang suka lupa sama tuhan kalau lagi sehat, tapi kalau sakit, apalagi deket-deket mau meninggal, eh bukannya taubat malah nyalahin Tuhan, kok tuhan ngasih cobaan seberat ini,” jawabnya yang membuatku melongo.

“Ih, dasar anak kecil sok tahu!!”

“Aku tahu, adik kakak sedang koma ya”

“Gak usah dibahas deh!! Gara-gara dia, mama dan papa meninggal.”

“Dia beruntung karena dia masih punya kakak. Aku juga sakit. Suatu saat nanti Tuhan akan mengambil penglihatanku, tapi aku yakin Tuhan akan membantu dalam kebutaanku karena Dia selalu adil pada semua orang, dan tidak akan membiarkan seorangpun mendapat cobaan yang tidak bias ditanggungnya.”

***

Kejadian hari itu benar-benar telah membuka mata hatiku. Seorang anak kecil telah mengajarkanku arti kehidupan. Ia benar, Tita hanya tinggal memilikiku. Aku tak pernah membayangkan bagaimana perasaannya saat ia tahu mama dan papa telah meninggal.

Entah mengapa akhir-akhir ini aku malah merindukan kehadiran Tita. Rumah ini benar-benar sepi tanpa canda dan kata-kata polosnya yang selalu membuat mama terpingkal-pingkal. Kulangkahkan kakiku ke kamar Tita di lantai atas. Kamar yang bernuansa pink, gambar kartun dimana-mana. Kamar yang tak pernah kudatangi sejak tragedi itu.

Tiba tiba mataku menangkap sebuah buku harian bergambar mickey mouse. Kubuka lembar demi lembar. Tak kusangka gadis berusia 7 tahun itu menulis segalanya tentang diriku.

“Kak Aurora adalah kakak paling cantik di dunia. Aku sayang padanya, amat cinta padanya. Aku hanya ingin kakak bahagia, aku ingin seperti teman-teman, aku ingin kakak mengajakku jalan-jalan, aku ingin kakak mengajariku matematika, karena dia sangat pintar. Tapi kok kakak tak pernah mau ya?? Aku sedih. Aku pernah Tanya sama mama apa kakak membenciku, tapi kata mama kakak sangat saying padaku, dia Cuma tidak enak badan, makanya malas ngomong sama aku. Aku suka ngejailin kakak, karena aku mau main sama kakak, tapi aku sedih karena kakak menampar mukaku. Aku tidak bilang sama papa, takut kakak dimarahi, dan nanti malah membenciku. Aku nangis semalaman saat kakak membuang kado ulang tahun yang aku kasih, padahal aku membeli kado itu dengan uang jajan yang aku tabung selama seminggu, sampai-sampai aku lapar karena tidak bisa jajan. Kakak,marah-marah waktu baju pestanya bolong. Tadinya aku Cuma ingin menyetrika baju itu biar tidak kusut, tapi pas lagi nyetrika, aku dipanggil mama, eh aku lupa, bajunya jadi bolong, terus aku dimarahin abis-abisan deh.

Diari, aku punya rahasia besar!! Kakak kan punya pacar namanya Indra, tapi aku tidak suka sama dia!! Aku tau dia punya pacar lain, kak veronica, sahabat kak Aurora. Aku pernah liat meraka mesra-mesraan waktu aku nganterin mama ke mall. Tapi aku tidak berani bilang karena aku takut kakak marah dan tidak percaya, aku takut ditampar kayak waktu itu. Asyiik… besok aku ke Paris sama mama dan papa, tapi kakak tidak ikut karena lagi ujian, tapi aku janji akan beliin oleh-oleh yang buaaaanyak untuk kakak. Aku ingin kakak juga bahagia…”

Air mataku mengalir deras, kapalaku seperti terhantam ombak. Ya Tuhan, bagaimana selama ini aku menyia-nyiakan adik kandungku. Kecintaannya kepadaku yang mendalam malah kubalas dengan kebencian yang membara. Kado itu, baju pesta itu, dan tamparan yang merupakan puncak kekecewaanku, rahasia tentang Indra…..BODOH!!! Kamu adalah manusia yang paling kejam di dunia, Aurora. Adik yang bagaikan malaikat itu telah kau sakiti hatinya! Telah kau robek perasaannya! Adik yang selalu mengingatmu dan selalu berusaha untuk membahagiakanmu, malah kau tindas! Aku kembali teringat dengan tamparan itu. Aku menamparnya dengan sangat keras, sampai pipinya benar-benar merah, tapi ia hanya tersenyum dan bilang “Terima kasih, Kak.”

Ya Tuhan, izinkan aku untuk menebus dosa dan kesalahanku. Tapi….semua itu terlambat. Tepat pukul 23.00 WIB malam itu, pihak rumah sakit meneleponku dan mengabarkan Tita telah pergi untuk selama-lamanya.

Sekarang aku sendiri, hanya sendiri. Permohonan bodohku agar Tuhan mengambil nyawa adikku benar-benar terkabul. Seminggu setelah pemakaman Tita, aku kembali ke rumah sakit untuk menemui Rara, tapi pihak tumah sakit mengatakan bahwa Rara telah meninggal semingu yang lalu. Ia terlindas truk, karena pada saat menyeberang, penyakit gloukoma yang selama ini dideritannya telah menyebabkan kebutaan yang mendadak, sehingga ia tak mampu melihat saat ada truk yang melintas. Rara adalah gadis kecil yang selama ini dirawat oleh pihak rumah sakit. Dulu, Rara ditemukan di sebuah selokan karena dibuang oleh ibu kandungnya sendiri.

Dua orang gadis kecil yang telah mengajariku arti kehidupan dan memberikan cinta kepadaku, kini telah pergi untuk selamanya. Hanya penyesalan yang tersisa, tapi itu menjadi pelajaran yang amat berarti untuk masa depanku. Merakalah malaikat kecil yang selalu ada dan tetap aka nada untuk selamanya di dalam hatiku

Puisi terakhir BJ Habibie Untuk istrinya .

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.


Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

manamungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua?
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,

cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,


calon bidadari surgaku ....
BJ.HABIBIE

Harapan Sederhana Seorang Perempuan

Dengarlah pinta sederhanaku ini,
Sesungguhnya aku hanya ingin..

Menjadi ibu dari anak-anakmu,
Menjadi juru masak dari laparmu,
Menjadi juru pijit dari lelahmu,

Menjadi teman dari sepimu,
Menjadi pendengar dari keluh kesahmu,

Menjadi tangis dalam sedihmu,
Menjadi tawa dalam bahagiamu,

Menjadi penopang dalam rapuhmu,
Menjadi penyejuk dalam marahmu,

Menjadi makmum dalam sholatmu,
Menjadi pengamin dalam doamu,
Menjadi maaf dalam khilafmu,

Maka..
Peluklah aku dengan syahadatmu,
Hangatkan aku dengan solatmu,
Belailah aku dengan Shaum-mu,
Kecuplah aku dengan imanmu,
Naungi aku dengan Munakahat,

Karena aku cintamu,
Bukan nafsumu..



MENYESAL

tawa itu hadir,
senyum itu ada dalam hariku
kini hilang..
telah musnah semuanya

mafkan aku
akan kesetiaan ini
akan cinta ini
akan pengertian ini
kepadamu .

maafkan karena keterbatasanku
karena ketidak sempurnaanku
maaf jika aku pengecut
maaf atas kecerobohanku !
karena keterbatasan ini ..


penyesalan yang teramat sakit,
mungkin benar ,
semua ini salahku..
karena mencintaimu
karena aku tak pantas untuk dicintai

pergilah jika dirimu menginginkan
terbanglah bebas
kepakkan sayapmu
karena dirimu telah bebas

jangan pernah ingat luka ini lagi
semuanya terlalu sakit untuk di kenang
jadikan aku kenangan burukmu...

bunuhlah aku dari hidupmu..
seperti aku membunuhmu .
seperti saat ini..

aku ingin senyummu kembali !
seperti dulu .
aku ingin manja mu kembali !
aku ingin kau yg kukenal ..



Aku kangen kamu

kau tahu,
purnama ini begitu indah
walau tak seindah senyummu .

entaahlahhhh,
berapa kali aku harus yakini dirimu .
bahwa rinduku ini, merindukan mu .

mungkinkah,
kita kan slalu bersama, walau terbentang jarak antara kita... (kok malah nyani si ? )
lanjut !

tapi, kelak nanti rinduku takkan terobati.
ah, bila saja mungkin, kita sekelas lgi .

kata "Ga bisa gituuu dong !" hancurkan jiwaku.
luruhkan hatiku hingga erosi .
meluap2 hingga abrasi .

akan kucari kau nanti ke laut.
akan ku gapai kau hingga ke langit .
tpi, maaf usaha ku tak bisa merubah apa2 .
bayangmu pun tak kujumpai .

Kekasih

pagi itu
ku dekati dia
saat ku sapa hai.....
senyum dan nafas harum menerpa.
Betapa senyum itu sangat berkesan.
Senyum dari pribadi yg ku cinta.
sindir bu rini :
"heh, pagi2 uda tebar pesona !"

Aku adalah kupu-kupu , aku dan bunga adalah sepasang kekasih.
ga tau kenapa, kupu - kupu ini slalu mampir ke bunga yang sama.
setia. itu jwabanya .

lalu ia tersenyum ,
dan melambaikan kelopak jiwanya padaku....
Kupu-kupu bersayap yang oleh cinta tidak diberi kekuatan,
tapi, dapat terbang .. hinggap selamanya . :)

Ayah

Waktu memang tak akrab
denganku dan ayah
tapi di dalam buku gambarku
tak pernah ada duka atau badai
hanya sederet sketsa
tentang aku, ayah dan tawa
yang selalu bersama


ayahanda tercinta
aku putramu menangis kecewa
ayahanda,aku terdampar bukan main
di tepi murka padamu dan pada Tuhanku


ayahanda, rinduku kan ku tuang
jika malamku bertabur bintang
saat kau dekap aku dalam pangkuanmu
kau bisikan kalimat indah sang pujangga


aku ingat, kala itu
aku ingat semuanya
tapi, nasi sudah menjadi bubur
slamat tinggal ayah ...




Status facebook

Beberapa waktu lalu sebuah “status” di situs facebook kurang lebih menyatakan bahwa kesuksesan berasal dari 99% kerja keras dan 1% adalah keberuntungan. Pernyataan ini cukup mengernyitkan dahi saya bahkan sampai sekarang, mengapa? Jangan tanyakan soal kerja keras kepada mereka, mereka berikan lebih dari sekedar kerja keras bahkan bila hari lebih dari 24 jam bisa jadi mereka akan berikan semua waktunya untuk bekerja sangat keras. Tapi mengapa kehidupan mereka tak kunjung beranjak lebih baik? Apakah faktor yang hanya 1% benar-benar sangat menentukan kesuksesan seseorang. Jika begitu untuk apa 99% kerja keras karena dengan 1% keberuntungan saja kita bisa sukses? Saya belum mendapat jawabnya.





mereka = orang susah yang tak kunjung sukses .

Harapan Sederhana Seorang cowok

Carilah seorang pria yang memanggil mu cantik, bukan yang lain .
Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telpon
Yang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur

Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringetan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan

Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu
dan betapa beruntungnya dia memilikimu

Seseorang yang berkata pada temannya: dialah orangnya…



                                                                                                                       P.S : i love you