Kamis, 19 Desember 2013

Sosok Dino Patti Djalal, Si Optimis Yang Mengisnpirasi

 

"Karena sebagai bangsa, kita harus optimis. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya, kalau kita punya kemauan," 

Siapa yang tak kenal Beliau? Ia adalah Dino Patti Djalal Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Ia dilantik pada 10 Agustus 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dino lahir dari pasangan Hasyim Djalal (ayah) dan Jurni (ibu). Orang tuanya berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya, Hasyim Djalal, juga merupakan seorang diplomat Indonesia ternama.

Kariernya dimulai tahun 1987 ketika masuk Departemen Luar Negeri. Berbagai penugasan penting pernah diemban, antara lain sebagai Jubir Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), Kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, sebelum akhirnya bersama Andi Mallarangeng kemudian ditunjuk sebagai juru bicara Presiden ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia.

Pendidikannya bermula dari SD dan SMP Al Azhar, kemudian dia melanjutkan pendidikan ke McLean High School, Amerika Serikat, kemudian pendidikan S-1 ke Universitas Carleton. Gelar M.A. diraihnya dari Universitas Simon Frazer di Kanada hingga kemudian meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science.

Saat remaja, Dino memang sudah menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam. Maklum, ayahnya kala itu adalah wakil duta besar. Namun itu tak membuatnya takut untuk mencoba mengambil pekerjaan sambilan.  Mengikuti teman-temannya, ternyata di Amerika Serikat juga banyak remaja yang bekerja sambilan sembari sekolah.

Setelah beranjak dewasa, ternyata Dino pun pernah bekerja sambilan sebagai pelatih tenis, koki di restoran, penjaga tiket bioskop, towel boy di tim basket, hingga asisten dosen. Gaji yang didapat umumnya setingkat minimum wage lebih sedikit dan tambahan penghasilan dari uang tip.

Akan tetapi, hal itu dilakukan diluar jam kuliahnya. Dia memang pintar dalam mengatur waktunya. Dia sangat pandai membedakan kapan waktu bekerja, belajar ataupun bermain. Sosoknya yang khas kini patut dijadikan teladan oleh semua orang terutama warga Indonesia.

Gagasan "Indonesia Unggul" yang telah ia kemukakan mulai hadir dalam banyak perbincangan diberbagai media. Dia memang benar dalam hal tersebut bahwa Indonesia memiliki putera-puteri unggul yang memang memiliki kapabilitas yang mengagumkan. Berbagai prestasi diraih baik dalam bidang akademik dan non-akademik. Hal itulah yang ia teriakkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar optimis untuk memajukan bangsa dan negara.

Saya berpendapat bahwa, hal tersebut merupakan langkah yang tepat yang telah diambil oleh Bapak Dino. Sekarang bayangkan apabila Beliau berhasil membuat ke-240 juta orang Indonesia peduli dan optimis dengan masa depan bangsanya, maka kesejahteraan pun akan segera didapat.

Memang benar, Indonesia sedang mengalami keterpurukan. Tapi itu bukan berarti Indonesia tidak dapat bangkit dan terus menularkan keunggulannya.

Indonesia, bisa...